- Pemprov Jabar
Soroti Aktivitas Anak-anak Desa, Dedi Mulyadi Sebut Cari Kayu Bakar Lebih Produktif ketimbang Bermain Gadget
"Minimal (kayu bakar) mengurangi penggunaan gas, sehingga setiap orang berupaya mengurangi penggunaannya, maka kebutuhan akan gas semakin menurun," jelasnya.
Ia mengatakan, penurunan penggunaan gas juga diharapkan sangat berdampak di pedesaan. Hal ini juga dapat mempengaruhi pada aktivitas anak-anak di desa.
Lebih lanjut, KDM menyoroti peran dilakukan anak-anak pedesaan, terutama saat melakukan aktivitas memasak dengan bahan utama kayu bakar.
Bagi mantan Bupati Purwakarta ini, kegiatan ini lebih efektif. Ia menyoroti rata-rata anak-anak sekarang cenderung menghabiskan waktu dengan aktivitas yang tidak bermanfaat.
KDM sangat menyayangkan kecenderungan anak-anak saat ini lebih mengutamakan bermain gadget. Selain itu, mereka juga melakukan permainan yang kurang produktif seperti motor-motoran.
"Daripada anak-anak setiap hari hanya main gadget atau motor-motoran, hidup akan tanpa produksi. Kalau mereka mencari kayu bakar, mereka akan berkeringat dan luang waktunya terisi dengan hal positif," ucapnya.
Ia menjelaskan, selain berbuah positif, kegiatan kayu bakar dinilai sederhana. Bahkan, aktivitas ini bernilai edukatif untuk anak-anak.
Gubernur Jabar ini menambahkan, aktivitas ini juga meningkatkan fisik. Mereka bahkan juga mempelajari betapa pentingnya tanggung jawab hingga melakukan produktivitas sejak dini.
Ia berpendapat kehidupan yang produktif harus dari berusia kecil. Nantinya, anak-anak bertumbuh dengan pola hidup yang aktif memberikan kontribusi nyata.
KDM mengatakan, kegiatan ini tidak hanya bermanfaat untuk anak-anak. Penggunaan kayu bakar potensi menumbuhkan ekonomi terutama bagi masyarakat di pedesaan.
Ia meyakini kayu bakar digunakan sebagai bahan utama dapat mengurangi pengeluaran yang cukup besar. Penggunaan ini juga mendorong peningkatan pada kemandirian seseorang.
Ia mengingatkan masyarakat terutama pedesaan di Jabar. Warga Jawa Barat harus terus berpikir positif betapa kayanya alam di Indonesia.
"Negeri ini kaya raya, tinggal bagaimana kita mensyukuri dan memaknainya," tukasnya.
(hap)