news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Perbincangan Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi (KDM) dengan guru PKN SMAN 1 Purwakarta, Syamsiah alias Bu Atun.
Sumber :
  • Tangkapan layar YouTube Kang Dedi Mulyadi Channel

Usai Video Mengolok-olok Guru Viral, Murid SMAN 1 Purwakarta Ternyata Langsung Lakukan Ini pada Bu Atun

Usai video mengolok-olok guru viral di media sosial, ternyata murid SMAN 1 Purwakarta langsung menghubungi Bu Atun dan melakukan hal ini.
Kamis, 23 April 2026 - 15:21 WIB
Reporter:
Editor :

tvOnenews.com - Peristiwa yang sempat menghebohkan jagat media sosial kini berujung pada kisah yang jauh lebih menyentuh. 

Setelah video yang memperlihatkan aksi tak pantas sejumlah murid terhadap guru mereka viral, publik akhirnya menyaksikan sisi lain dari kejadian tersebut, penyesalan, permintaan maaf, dan proses pembelajaran yang mendalam.

Kasus ini bermula dari beredarnya video yang menunjukkan beberapa murid SMAN 1 Purwakarta mengolok-olok guru mereka saat kegiatan belajar mengajar berlangsung. 

Dalam video tersebut, terlihat aksi tidak sopan, bahkan hingga mengacungkan jari tengah, yang sontak menuai kecaman luas dari masyarakat.

Reaksi keras pun datang dari berbagai pihak, termasuk Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, serta Dinas Pendidikan setempat. 

Sebagai bentuk pembinaan, para siswa yang terlibat diberikan sanksi edukatif berupa kegiatan bersih-bersih lingkungan sekolah, mulai dari lantai hingga kamar mandi, selama tiga bulan.

Kolase Dedi Mulyadi dan Siswa SMAN 1 Purwakarta yang Mengolok-olok Guru
Sumber :
  • Istimewa

Tak hanya itu, Dedi Mulyadi—yang akrab disapa Kang Dedi Mulyadi (KDM)—turun langsung ke sekolah untuk melihat kondisi sebenarnya sekaligus memberikan pembinaan secara langsung. 

Dalam kunjungannya, ia juga bertemu dengan sosok guru yang menjadi korban dalam video tersebut, yakni Bu Atun.

Menariknya, di tengah sorotan publik yang begitu besar, Bu Atun justru menunjukkan sikap luar biasa. 

Ia memilih untuk memaafkan para muridnya. Bahkan, ia mengaku tidak mengetahui kejadian tersebut saat berlangsung di kelas.

“Saya kaget juga semester 2, saat saya sedang menyampaikan pembelajaran praktik keberagaman, saya sendiri nggak tahu itu di belakang saya (aksi para siswa merekam video),” ungkap Bu Atun.

Bu Atun baru mengetahui peristiwa tersebut setelah menerima banyak pesan dari para alumni.

Dukungan juga mengalir deras dari para alumni yang merasa tersinggung melihat perlakuan tersebut.

“Saya dapat info dari alumni, ribuan alumni WA saya," kata Bu Atun.

“Bu saya sakit hati ibu diperlakukan seperti ini,” lanjutnya, menirukan pesan yang ia terima. 

Siswa SMAN 1 Purwakarta ejek guru
Sumber :
  • Instagram @dedimulyadi71

Setelah videonya viral, ternyata para siswa yang terlibat juga langsung menghubungi Bu Atun.

Mereka langsung mengakui kesalahan dan meminta maaf pada Bu Atun.

“Bahkan siswa itu sendiri menginfokan ke saya, 'Ibu minta maaf saya yang melakukan ini',” ujarnya.

Bu Atun mengaku sangat terkejut saat pertama kali mengetahui kejadian tersebut.

“Saya kaget Ya Allah gusti, saya langsung saja mendoakan ini kenapa kayak gini, mereka ini salah melangkah,” tuturnya dengan penuh keikhlasan.

Peristiwa itu diketahui terjadi pada hari Kamis saat praktik pelajaran berlangsung, namun video baru sampai ke tangan Bu Atun pada malam harinya.

“Saya malam Jumat terima video itu. Karena praktik keberagamannya hari Kamis. Tiba-tiba setelah maghrib saya menerima video itu dari alumni,” jelasnya.

Bu Guru Atun SMAN 1 Purwakarta saat berbincang dengan Dedi Mulyadi
Sumber :
  • YouTube/KANG DEDI MULYADI CHANNEL

Di balik kejadian yang sempat memicu kemarahan publik, kini muncul cerita tentang penyesalan para siswa. 

Mereka tak hanya meminta maaf, tetapi juga menjalani proses pembinaan sebagai bentuk tanggung jawab atas perbuatannya.

Kisah ini menjadi pengingat bahwa pendidikan bukan hanya soal ilmu di kelas, tetapi juga tentang membentuk karakter, belajar dari kesalahan, dan pentingnya memaafkan.  (gwn)

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

02:14
02:02
02:22
03:40
01:47
05:18

Viral