- Tangkapan layar Youtube Kang Dedi Mulyadi Channel
Kunjungan KDM ke SMAN 1 Purwakarta, Ungkap Masa SMA dan Bertemu Kembali Guru Lamanya
tvOnenews.com - Ada momen menarik saat Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, mengunjungi SMAN 1 Purwakarta.
Kunjungan ini dilakukan dalam rangka merespons kasus viral yang melibatkan aksi tidak pantas sejumlah murid terhadap guru mereka, yang sempat ramai diperbincangkan publik.
Dalam peristiwa tersebut, publik akhirnya dapat melihat sisi lain dari kejadian itu, mulai dari penyesalan para siswa, permintaan maaf, hingga proses pembelajaran yang mendalam.
- Youtube
Kasus ini bermula dari beredarnya sebuah video yang memperlihatkan beberapa murid SMAN 1 Purwakarta mengolok-olok guru mereka saat kegiatan belajar mengajar berlangsung.
Dalam video itu, terlihat tindakan tidak sopan, bahkan ada yang sampai mengacungkan jari tengah, yang langsung memicu kecaman luas dari masyarakat.
Berbagai pihak kemudian memberikan reaksi keras, termasuk Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi serta Dinas Pendidikan setempat.
Sebagai bentuk pembinaan, para siswa yang terlibat dikenakan sanksi edukatif berupa kegiatan membersihkan lingkungan sekolah, mulai dari lantai hingga kamar mandi, selama tiga bulan.
Tidak hanya memberikan arahan dari jauh, Dedi Mulyadi—yang akrab disapa Kang Dedi Mulyadi (KDM)—turun langsung ke sekolah untuk melihat kondisi sekaligus memberikan pembinaan secara langsung.
Dalam kunjungan itu, ia juga bertemu dengan guru yang menjadi korban dalam video tersebut, yakni Bu Atun.
Di tengah sorotan publik, Bu Atun menunjukkan sikap yang cukup bijak. Saat kunjungan KDM yang didampingi para guru lainnya, ia sempat menanyakan kabar salah satu guru yang pernah mengajar dirinya di masa SMA.
“Bu Rosi masih ada?” tanya KDM kepada guru yang mendampinginya saat sidak di area sekolah.
“Masih Pak,” jawab sang guru.
“Itu guru saya,” tutur KDM.
Mendengar hal tersebut, seorang guru muda kemudian segera membantu memanggil Bu Rosi.
Di sela kunjungan itu, KDM juga menjelaskan rencana program Sekolah Maung yang akan dilaksanakan. Ia menyebut, “Setiap kabupaten/kota minimal dua, satu SMA, satu SMK.”
Tak lama kemudian, Bu Rosi datang dan menghampiri Dedi Mulyadi. Keduanya pun bersalaman dengan hangat.
“Eh bu Guru, dikira teh sudah pensiun,” ucap KDM dengan antusias saat bertemu kembali dengan guru SMA-nya dulu.
- Tangkapan layar Youtube Kang Dedi Mulyadi Channel
“2 tahun lagi Pak,” jawab Bu Rosi.
“Ngajar kelas 1 SMA pernah sama saya di Purwodadi di kampung,” ungkap KDM.
“Kan ini mah SMA favorit, kita mah nggak masuk dulu,” lanjut KDM sambil tersenyum.
Kemudian, KDM menanyakan kabar Bu Rosi, dan baru diketahui bahwa saat dirinya dulu diajar, Bu Rosi masih sangat muda.
“Baru lulus banget, 23 tahun mungkin,” tuturnya.
“Saya waktu itu berarti 16,” tambahnya. (ind)