- Taufik Hidayat/tvOnenews.com
Kepsek di Jabar Berbondong-bondong Tanggapi Gagasan Gubernur KDM, Sepakat Dukung Program Sekolah Manusia Unggul
Dedi Mulyadi memberikan konsep pembagian kelasnya. Kata dia, hal ini mengacu pada minat dan bakat siswa.
"Nanti kelasnya jadi kelas industri kreatif, fokusnya kelas olahraga, kelasnya kelas seni," tuturnya.
Ia mengatakan, pembangunan sekolah baru untuk kebutuhan program tersebut tidak akan dilakukan oleh Pemprov Jabar. Peluang dari kebijakan ini justru memanfaatkan berbagai sekolah unggulan di setiap daerah.
"Misalnya gini, di Bandung ada SMAN 3, di Subang ada SMAN 1. Setiap kabupaten pasti selalu ada sekolah favorit," terangnya.
Ia memastikan sekolah-sekolah favorit yang terpilih akan mendapat fasilitas sebagai pendukung kelancaran program ini. Contoh sederhananya mulai dari ruang kelas hingga teknologi.
KDM kemudian membicarakan sistem penerimaan siswa. Ia menegaskan, prosesnya tetap sama berbasis pendaftaran, seleksi, prestasi akademik maupun non-akademik.
Ia memastikan pembiayaan untuk mengikuti program Sekolah Maung gratis. Akan tetapi, ia akan membicarakan terkait kontribusi dari orang tua siswa yang mampu dari segi ekonomi.
"Nanti itu kita sedang pelajari dan kita komunikasikan agar tidak boleh ada yang melanggar," tukasnya.
(hap)