- tvOnenews.com/Cepi Kurnia
KDM Bicara Kunci Utama Kemajuan Industri di Jabar, Singgung Peran Ortu yang Buat Mentalitas Anak Kalah Bertarung
Bandung, tvOnenews.com - Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM) membicarakan tentang kunci utama kemajuan industri di Jabar. Hal ini berkaitan dengan sistem pendidikan membentuk karakter anak.
KDM menyebut kunci utama industri yang maju tidak sekadar tentang kurikulum teknis. Baginya, kesuksesan bagian ini juga harus berfokus pada perubahan karakter atau kultur SDM sejak dini.
KDM menyoroti mentalitas anak-anak saat ini. Kebanyakan lebih cenderung berkarakter mental "ayam sayur" atau manja sehingga harus dirubah menjadi petarung yang tangguh.
KDM menginginkan karakter anak bermentalitas tangguh saat Pemprov Jabar resmi memperkuat sinergi pendidikan vokasi lewat penandatanganan MoU antara SMK dengan Dunia Usaha, Dunia Industri, dan Dunia Kerja (DUDIKA) di Gedung Pakuan, Kota Bandung, Kamis (23/4/2026).
"Pendidikan harus mengubah karakter. Anak-anak kita harus mandiri dan tangguh," ujar KDM dalam keterangannya dikutip, Sabtu (25/4/2026).
KDM Singgung Perang Orang Tua dalam Membentuk Karakter Anak
- Tangkapan layar YouTube Lembur Pakuan Channel
Lebih lanjut, KDM menyoroti peran orang tua. Di era saat ini, ia menyayangkan masih banyak orang tua belum berhasil membentuk karakter anaknya.
Ia melihat fenomena tak sedikit orang tua mendukung kekurangan anaknya. Mereka sulit membedakan pendidikan yang baik sehingga rentan membuat anaknya terbebas dari kesulitannya.
Dedi Mulyadi tidak menginginkan fenomena ini terus berlarut-larut. Menurutnya, hal ini cenderung membuat anak-anak tidak mempunyai mentalitas petarung.
"Orang tua jangan terus-terusan mengambil kesulitan dari diri anak. Untuk itu akan membuat mereka kalah dalam pertarungan," tegasnya.
Mantan Bupati Purwakarta ini menegaskan, kedisiplinan hingga cara bersikap sebagai bagian pembentukan karakter. Penanaman ini membuat anak-anak menjadi petarung tangguh.
"Karakter disiplin, bangun pagi, hingga cara bersikap harus dibentuk sejak kelas satu SMK," tambahnya.
Permintaan Dedi Mulyadi untuk Sekolah di Jabar
Dedi Mulyadi memberikan instruksi secara tegas kepada sekolah di Jabar. Ia menginginkan sekolah mulai menerapkan sistem pendidikan lebih aplikatif.
Maksudnya, sekolah memberikan teori saat siswa menimba ilmu di kelas satu. Selebihnya bisa mengembangkan program magang agar mereka terbiasa dan memiliki pengalaman di lapangan.
KDM meyakini dengan adanya pembekalan pengalaman di lapangan sedari sekolah, anak-anak telah siap untuk terjun ke dunia industri.
"Ini tujuannya dua: Mendapat pengalaman nyata dan menurunkan biaya produksi pendidikan. Industri akan tumbuh, dan beban orang tua berkurang karena anak sudah bisa mandiri," terangnya.
Alasan Pemprov Jabar Bentuk Program Beasiswa Sekolah Industri
Dedi Mulyadi menjelaskan alasan Pemprov Jabar membuka skema program Beasiswa Sekolah Industri. Tujuannya untuk menciptakan kelas menengah baru di Provinsi Jabar.
Ia menyadari kehadiran sekolah industri unggulan masih sulit dijangkau terutama bagi masyarakat ekonomi bawah. Bagi siswa dari keluarga kurang mampu sulit menembus sekolah industri unggulan.
Maka dari itu, KDM menginginkan dengan adanya beasiswa industri, Pemprov Jabar dapat mencetak tenaga kerja yang memiliki kualifikasi tinggi. Nantinya, mereka bisa menempati posisi strategis terutama di sektor manufaktur.
Ia menegaskan, dirinya mempunyai target peningkatan kuota program beasiswa industri. Jumlahnya bisa mencapai sekitar 400-800 orang agar diharapkan bisa menjadi manajer HRD.
"Kita harus menciptakan HRD dari masyarakat Jawa Barat sendiri agar mereka dipercaya industri dan menjadi lokomotif bagi lingkungannya," tukasnya.
(hap)