- Tangkapan layar YouTube Lembur Pakuan Channel
Suara Hati Gubernur Dedi Mulyadi untuk Warga Sumedang, Cintai Produk Daerah dan Berani Maju: Jangan Suka Minta-minta
Sumedang, tvOnenews.com - Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi membagikan beberapa pesan untuk warga Sumedang. Ia menyampaikan suara hatinya dalam sebuah gelaran panggung Hari Jadi Sumedang.
Dedi Mulyadi menghadiri Ekosistem Budaya Kasumedangan Dalam Rangka Hari Jadi ke-448 Sumedang di depan Gedung Negara Kabupaten Sumedang pada Jumat (24/4/2026) malam hari WIB.
Di momen ini, Dedi Mulyadi mulanya menyinggung tentang potensi daerah. Bagi dia, hal ini sangat penting kembali diperhatikan oleh masyarakat di Sumedang.
KDM sapaan populernya menekankan masyarakat Sumedang mencintai produk lokal asli daerah. Ia justru sangat mendukung potensi daerah di Sumedang ketimbang produk luar.
"Jadi, dari sekarang bangun branding produk lokal daerahnya," ujar Dedi Mulyadi dalam keterangan resminya, Sabtu (25/4/2026).
Alasan Dedi Mulyadi Ajak Warga Sumedang Bangga dengan Produk Daerah
- Pemkab Sumedang
Lebih lanjut, mantan Bupati Purwakarta ini menuturkan beberapa ciri khas Sumedang, terutama dari segi produk yang populer. Salah satunya adalah tahu Sumedang.
"Orang Sumedang menciptakan makanan khas Tahu Sumedang, Ubi Cilembu dan Sawo Sukatali," tuturnya.
Ia berpendapat kemungkinan semua orang bahkan masyarakat Jabar sudah banyak mengetahui potensi daerah dari Sumedang. Sayangnya ia kini jarang mendengar produk khas tersebut sampai dibanggakan seluruh daerah.
Gubernur Jabar itu lebih menekankan agar warga Sumedang gencar untuk promosi. Tidak hanya menyasar pada produk, tetapi memperkenalkan seluruh potensi daerahnya.
"Branding dan gaungkan produk lokal. Sumedang juga memiliki keindahan alam yang tidak dimiliki daerah lain," terangnya.
Ia justru heran untuk warga yang menggaungkan potensi daerah selain keunggulan Sumedang. Padahal daya tarik utama dari daerah ini mempunyai banyak pesona alam yang indah.
Ia mengakui suasana pegunungan, perbukitan hingga persawahan di Sumedang sangat istimewa. Keunggulan ini sebagai terbaik mempromosikan untuk menunjukkan Sumedang surganya keindahan alam.
"Jangan menyebutkan daerah lain bagus. Katakan daerah sendiri bagus. Sehingga orang akan tertarik ingin datang ke Sumedang," tegasnya.
Pesan Kedua KDM
- Tangkapan layar YouTube Lembur Pakuan Channel
Lanjut, KDM menyinggung tentang perubahan. Gubernur Jabar tersebut menginginkan agar Sumedang kembali ke masa kejayaannya.
Ia mengharapkan seluruh lapisan masyarakat Sumedang segera bergerak dan melakukan perubahan. Tujuannya untuk kembali mendapatkan citra positif dari publik.
Dedi Mulyadi meyakini warga Sumedang dan pemimpinnya disegani oleh khalayak. Ia enggan menginginkan adanya masyarakat Jawa Barat yang memiliki mentalitas sayur atau lemah.
"Kita jangan menjadi bangsa yang minta-minta, tetapi rakyat yang mempunyai kepemimpinan, kepribadian dan sikap kesatria," imbau dia.
Dedi Mulyadi menjelaskan bahwa, masyarakat Sumedang harus kembali menjadikan Subang sebagai daerah yang Gemah, Ripah, Repeh, dan Rapih.
Ia membagikan caranya. masyarakat Sumedang tidak boleh terjebak di zona nyaman. Semuanya terkhusus anak muda wajib mempunyai pola pikir untuk maju dan keluar dari Sumedang.
Pria berusia 55 tahun ini mengambil pepatah Sunda berkalimat "Ulah kurung batok". Pepatah ini memiliki arti jangan seperti hidup di dalam tempurung kelapa.
"Banyak orang yang sukses yang berani keluar dari daerahnya. Sumedang harus meningkat derajatnya harus teknokrasi orang Sumedang memiliki martabat, harkat untuk dirinya," paparnya.
Ia kembali mengulas sejarah tentang Sumedang. Daerah ini berawal dari Kerajaan Tembong Agung dan didirikan oleh Prabu Aji Putih.
Selepas itu, kata dia, terdapat perubahan menjadi Kerajaan Sumedang Larang yang dinahkodai oleh Prabu Tadjimalela. Bagi dia, kerajaan ini sebagai penerus masa kejayaan Kerajaan Padjadjaran.
"Sumedang merupakan kerajaan terakhir yang dititipi Mahkota Binokasih. Kerajaan terakhir benteng terakhir Padjadjaran. Waktu dulu kalau tidak ada Sumedang Larang, Mahkota Binokasih mungkin tidak akan tahu keberadaannya," ulasnya.
Dalam kesempatan itu, ia menyampaikan harapannya kepada pemimpin di Sumedang. Ia hanya berharap agar masyarakat mendapat keadilan dan kasih sayang, terutama bagi mereka yang masih susah.
"Pemimpin jangan memilah-milah, pemimpin itu harus adil, menggunakan rasa, intuisi, dan kuat," pesannya.
KDM menyampaikan permintaan terakhirnya mengenai tata ruang di Sumedang. Ia berharap adanya perubahan dan membatasi area perusakan alam serta menghijaukan alamnya.
"Saya yakin Sumedang akan subur makmur, Gemah Ripah Repeh Rapih," ucapnya.
"Kenang-kenangan Pak Bupati Dony dua periode. Mulangkeun ka Sumedang, mulangkeun ajen inajen harkat jeung martabat Sumedang Larang. Ke depan, Pak Dony beres menjabat, alamnya sudah tidak bisa dirusak lagi. Sebab, aturannya sudah tidak bisa lagi ada kerusakan alam di Sumedang," tukasnya.
(hap)