- Kolase YouTube tvOneNews / tvOnenews.com - Hilal Aulia Pasya
Ngaku Syok dan Panik, Korban Ceritakan Detik-detik KA Argo Bromo Tabrak KRL di Bekasi
tvOnenews.com - Detik-detik KA Argo Bromo tabrak KRL di Bekasi masih membekas bagi korban.
Insiden tabrakan kereta terjadi di Stasiun Bekasi Timur pada Senin malam, 27 April 2026. Kecelakaan hebat ini melibatkan KA Jarak Jauh (KAJJ) Argo Bromo Anggrek yang menabrak rangkaian KRL Commuter Line.
Benturan keras terjadi di bagian belakang KRL, tepatnya pada gerbong khusus wanita hingga mengalami kerusakan parah.
RSUD Kota Bekasi dan Stasiun bekasi Timur. (Sumber: YouTube tvOneNews)
Sejumlah korban langsung dilarikan ke rumah sakit di wilayah Bekasi, termasuk RSUD Kota Bekasi.
Kondisi di ruang Instalasi Gawat Darurat dilaporkan padat dengan belasan hingga puluhan korban yang datang silih berganti.
Mayoritas korban mengalami luka mulai dari memar hingga patah tulang, dan langsung mendapatkan penanganan medis.
Suasana rumah sakit pun dipenuhi keluarga korban yang datang dengan rasa cemas, sementara beberapa pasien harus menunggu di luar ruang IGD karena keterbatasan tempat.
Salah satu korban bernama Syahril menceritakan langsung pengalaman mencekam yang dialaminya saat berada di dalam KRL.
“Kondisi sejauh ini insyaallah aman, tapi lengan kayaknya perlu dicek karena tadi kesentil ya di gerbong dua, yang parah di gerbong satu karena banyak yang kejepit ya,” ujar Syahril dalam tayangan YouTube tvOneNews (27/4/2026).
Korban kecelakaan KRL dan KA Argo Bromo di Bekasi. (Sumber: YouTube tvOneNews )
Ia mengaku berada di gerbong dua saat kejadian berlangsung, tepat di belakang gerbong yang mengalami kerusakan paling parah.
“Tapi gerbong dua hancur juga parah, semuanya pada kena dan ada yang patah juga, tapi insyaallah di lengan aja sih,” lanjutnya.
Saat ditanya posisinya, Syahril menjelaskan situasi yang terjadi begitu cepat. “Saya di gerbong dua, gerbong dua dari belakang, jadi yang parah itu gerbong satu dari belakang ya. Gerbong cewek itu tiba-tiba ketabrak kereta jarak jauh,” katanya.
Ia juga mengungkap kronologi sebelum tabrakan terjadi. “Saya naik ke KRL Cikarang. Tadinya diberhenti, dikasih tahu kalau ada kereta samping di peron samping itu nabrak mobil. Akhirnya kita berhenti dulu di Bekasi Timur,” jelasnya.
Namun tak lama kemudian, situasi berubah drastis. “Tiba-tiba kok kereta jarak jauh nabrak gerbong belakang sampai hancur semua. Terus kita kepental. Terus di gerbong yang satu itu cewek semua, banyak yang kejepit, banyak yang tadi, ada yang meninggal enggak tahu ada berapa. Saya sudah syok banget, panik semua,” ungkapnya.
Benturan keras membuat kondisi di dalam gerbong semakin kacau. “Jadi kereta saya mepet di pintu arah gerbong satu. Saya ikut terpental, semua kaca ke mana-mana. Kursi sudah hancur semua. Sebab itu ada yang lebih parah. Untung saya enggak kena kaca, tapi ini kayaknya entah keseleo atau patah, perlu rontgen ulang,” tambahnya.
Saat ditanya kondisi terkininya, Syahril menyebut bagian tubuh yang mengalami cedera. “Bagian lengan. Lengan tangan kiri,” ujarnya.
Hingga saat ini, para korban masih menjalani perawatan intensif di RSUD Kota Bekasi. Lebih dari 20 korban dilaporkan telah dievakuasi, dengan kondisi luka ringan hingga berat.
Pihak rumah sakit telah menyiapkan berbagai fasilitas untuk menangani lonjakan pasien, meski kondisi IGD masih padat.
Peristiwa ini menjadi pengingat betapa cepat situasi bisa berubah menjadi tragedi, meninggalkan trauma mendalam bagi para korban yang selamat.
(anf)