- via X/_urcoffeemate
Usai Tabrakan Tragis KRL di Bekasi Timur, Klarifikasi Green SM Justru Picu Amarah Publik
Disebutkan bahwa pengemudi berhasil keluar dari mobil sebelum tabrakan terjadi, sehingga selamat dari insiden tersebut.
"Mitra pengemudi dapat keluar dengan selamat sebelum terjadinya tabrakan," jelasnya.
Selain itu, Green SM menegaskan bahwa keselamatan merupakan prioritas utama mereka.
Mereka mengklaim terus berupaya menjaga standar operasional melalui sistem pengawasan dan peningkatan layanan secara berkelanjutan.
"Kami berkomitmen untuk menjaga standar keselamatan yang tinggi melalui sistem operasional, pengawasan, serta peningkatan layanan secara berkelanjutan," kata mereka.
Namun, alih-alih meredakan situasi, pernyataan tersebut justru menuai kritik tajam dari warganet.
Banyak yang menilai klarifikasi tersebut tidak menyertakan unsur empati, seperti ucapan belasungkawa atau permintaan maaf kepada pihak korban.
Kekecewaan publik semakin terlihat setelah kolom komentar di akun Instagram resmi perusahaan dinonaktifkan.
Di berbagai unggahan ulang yang beredar, sejumlah netizen mempertanyakan sikap perusahaan yang dianggap terlalu kaku dan tidak sensitif terhadap tragedi yang terjadi.
"Gak ada ucapan duka cita, gak ada ucapan maaf buat korban, trouble," tulis @anggarxxx dalam postingan ulang @ekiinfotainment, yang merilis video berisi tangkapan layar permohonan maaf pihak Green SM.
"Gila emang, gak ada ucapan belasungkawa apalagi maaf," tulis @sucixxx.
Tak hanya itu, insiden ini juga kembali mengingatkan publik bahwa kasus serupa ternyata bukan yang pertama.
Armada taksi Green SM tercatat telah beberapa kali terlibat kecelakaan dengan kereta api, termasuk pada Oktober 2025, Desember 2025, dan kini kembali terjadi pada April 2026.
Rangkaian kejadian tersebut membuat sorotan terhadap standar keselamatan dan sistem operasional perusahaan semakin tajam. (asl)