- via X/_urcoffeemate
Usai Tabrakan Tragis KRL di Bekasi Timur, Klarifikasi Green SM Justru Picu Amarah Publik
tvOnenews.com - Insiden tragis yang melibatkan armada taksi Green SM dan kereta api di kawasan Stasiun Bekasi Timur memicu gelombang reaksi publik.
Peristiwa kecelakaan serius yang melibatkan KA Argo Bromo Anggrek dan KRL di kawasan Stasiun Bekasi Timur pada Senin malam (27/4/2026) langsung menyita perhatian publik.
Kereta jarak jauh KA Argo Bromo Anggrek yang melaju dari Stasiun Gambir dilaporkan menghantam bagian belakang rangkaian KRL Commuter Line rute Kampung Bandan–Cikarang yang saat itu sedang berhenti di stasiun.
- antara
KRL tersebut diketahui tengah menunggu instruksi lebih lanjut, menyusul adanya gangguan di jalur.
Sebelum tabrakan beruntun itu terjadi, KRL lain yang melaju dari Cikarang menuju Bekasi lebih dulu berhenti secara tiba-tiba setelah menghantam sebuah taksi Green SM yang berada di tengah perlintasan rel.
Kejadian tersebut langsung memicu sorotan tajam dari publik, yang banyak mengarahkan perhatian kepada perusahaan taksi asal Vietnam tersebut.
Namun, perhatian publik bukan hanya tertuju pada insiden kecelakaannya saja, melainkan juga pada respons resmi perusahaan yang dianggap minim empati terhadap para korban.
- Tangkapan layar
Tak sampai 24 jam setelah peristiwa itu, pihak manajemen akhirnya memberikan klarifikasi melalui unggahan di media sosial resmi mereka.
Dalam pernyataan tersebut, perusahaan menegaskan bahwa mereka memberikan perhatian serius terhadap insiden yang terjadi.
“Green SM Indonesia menaruh perhatian penuh pada terjadinya insiden di area perlintasan dekat Stasiun Bekasi Timur pada 27 April 2026, yang melibatkan satu kendaraan Green SM dan kereta yang melintas,” tulis pernyataan resmi tersebut, di akun Instagram @id.greensm.
- via X/_urcoffeemate
Pihak perusahaan juga memastikan bahwa tidak ada penumpang di dalam kendaraan saat kejadian berlangsung.
Disebutkan bahwa pengemudi berhasil keluar dari mobil sebelum tabrakan terjadi, sehingga selamat dari insiden tersebut.
"Mitra pengemudi dapat keluar dengan selamat sebelum terjadinya tabrakan," jelasnya.
Selain itu, Green SM menegaskan bahwa keselamatan merupakan prioritas utama mereka.
Mereka mengklaim terus berupaya menjaga standar operasional melalui sistem pengawasan dan peningkatan layanan secara berkelanjutan.
"Kami berkomitmen untuk menjaga standar keselamatan yang tinggi melalui sistem operasional, pengawasan, serta peningkatan layanan secara berkelanjutan," kata mereka.
Namun, alih-alih meredakan situasi, pernyataan tersebut justru menuai kritik tajam dari warganet.
Banyak yang menilai klarifikasi tersebut tidak menyertakan unsur empati, seperti ucapan belasungkawa atau permintaan maaf kepada pihak korban.
Kekecewaan publik semakin terlihat setelah kolom komentar di akun Instagram resmi perusahaan dinonaktifkan.
Di berbagai unggahan ulang yang beredar, sejumlah netizen mempertanyakan sikap perusahaan yang dianggap terlalu kaku dan tidak sensitif terhadap tragedi yang terjadi.
"Gak ada ucapan duka cita, gak ada ucapan maaf buat korban, trouble," tulis @anggarxxx dalam postingan ulang @ekiinfotainment, yang merilis video berisi tangkapan layar permohonan maaf pihak Green SM.
"Gila emang, gak ada ucapan belasungkawa apalagi maaf," tulis @sucixxx.
Tak hanya itu, insiden ini juga kembali mengingatkan publik bahwa kasus serupa ternyata bukan yang pertama.
Armada taksi Green SM tercatat telah beberapa kali terlibat kecelakaan dengan kereta api, termasuk pada Oktober 2025, Desember 2025, dan kini kembali terjadi pada April 2026.
Rangkaian kejadian tersebut membuat sorotan terhadap standar keselamatan dan sistem operasional perusahaan semakin tajam. (asl)