news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Dedi Mulyadi memberikan bantuan kepada guru honorer..
Sumber :
  • Tangkapan layar Youtube Kang Dedi Mulyadi Channel

Tangis Haru Pecah, KDM Bantu Guru Honorer Bergaji Rp700 Ribu yang Jualan Kopi

Suasana haru terjadi dalam acara Panggung Rakyat di Purwakarta saat Kang Dedi Mulyadi (KDM) bertemu seorang guru honorer yang berjualan kopi untuk kebutuhan.
Selasa, 5 Mei 2026 - 09:24 WIB
Reporter:
Editor :

tvOnenews.com - Momen haru terjadi dalam acara Panggung Rakyat di Purwakarta, Jawa Barat, saat Kang Dedi Mulyadi (KDM) bertemu dengan seorang guru honorer yang diketahui berjualan kopi untuk menambah penghasilan.

Suasana menjadi emosional hingga KDM dan sejumlah orang yang hadir tak kuasa menahan tangis.

Kejadian bermula ketika KDM berbincang dengan seorang penonton yang sedang mengikuti kuis dari penyanyi dangdut. Saat ditanya asalnya, perempuan tersebut menjawab, “Saya dari Cilalawi Pak.”

Singkat cerita, perempuan itu hadir bersama suaminya yang ternyata seorang guru honorer sekaligus penjual kopi di lokasi acara.

Dedi Mulyadi memberikan bantuan kepada guru honorer di Purwakarta.
Sumber :
  • Tangkapan layar Youtube Kang Dedi Mulyadi Channel

“Itu suami lagi nungguin jualan kopi,” tuturnya, dilansir dari kanal YouTube Kang Dedi Mulyadi Channel.

Sang suami kemudian mengungkapkan bahwa dirinya telah menjadi guru honorer selama 15 tahun di SD Sempur dengan penghasilan sekitar Rp700 ribu per bulan.

“Usaha pak, soalnya masih jadi honor sudah 15 tahun di SD Sempur,” ungkapnya.

Pasangan tersebut juga diketahui memiliki dua anak, masing-masing masih duduk di bangku TK dan kelas 1 SD. Sang istri menceritakan bahwa suaminya memiliki hobi sepak bola dan pernah meraih juara 1 turnamen antar guru se-Kabupaten Purwakarta.

Hal yang membuat KDM terkejut, sang guru juga tetap berjualan makanan ringan di sekolah seperti risol dan lemper.

“Kue risol, lemper pak,” ungkapnya.

KDM pun mengapresiasi perjuangan keluarga tersebut yang tetap berusaha di tengah keterbatasan ekonomi.

“Luar biasa, spirit untuk hidupnya, gaji 700 ribu dari dana BOS tidak menjadi halangan untuk kemandirian, malam masih jualan, siang ke sekolah jualan. Ini cermin guru yang hebat, dan ini sebenarnya juga kesalahan negara,” tutur Dedi Mulyadi.

“Kenapa negara memberikan guru-gurunya bergaji sangat kecil,” sambungnya.

Saat ditanya sudah sejak kapan mengajar, sang guru menjawab bahwa ia telah mengabdi sejak tahun 2005.

Ketika KDM bertanya soal harapan, sang istri berharap suaminya bisa segera diangkat menjadi PNS.

“Minta suami segera menjadi PNS,” ucapnya.

Berita Terkait

1
2 Selanjutnya

Topik Terkait

Saksikan Juga

04:27
01:30
01:12
02:25
02:51
06:23

Viral