- tangkapan layar youtube drrichardlee/ gemini AI
3 Alasan Utama Koh Hanny lakukan Pencabutan Sertifikat Mualaf Richard Lee
Jakarta, tvonenews.com- Sertifikat mualaf Richard Lee yang dicabut oleh Koh Hanny menimbulkan tanda tanya besar di tengah publik. Pihaknya pun memberikan alasan terperinci.
Pasalnya dr. Richard Lee dikenal dokter yang mualaf dan tengah tersandung dengan hukum. Dengan ini Koh Hanny memberikan penjelasan dan ketegasan bahwa ini tidak mengganggu keislamannya.
Dalam keterangan lewat video diakun Instagramnya, Koh Hanny Kristianto disapa Koh Hanny ini merincikan ada 3 alasan utama yang mendasari pencabutan surat sertifikat mualaf.
- YouTube dr. Richard Lee, MARS
"Kami mencabut sertifikat (bukan membatalkan keislaman, hanya surat untuk administrasi)," katanya, dikutip dari akun @hannykritiantonew, Selasa (5/5).
Bila diketahui lagi, Richard Lee dulunya beragama Khatolik lalu memutuskan mualaf pada 2025 lalu. Namun ditemukan beberapa bukti buat lembaga yang mengeluarkan sertifikat pun mencabutnya.
Berikut 3 alasan utama sertifikat mualaf Richard Lee dicabut oleh Mualaf Center Indonesia, antara lain:
1. Sertifikat di sia-siakan, contoh nyata: sudah 1 tahun lebih tidak digunakan sebagaimana mestinya.
2. Sertifikat mualaf dijadikan bahan/alat untuk menyerang/melaporkan sesama muslim di kepolisian dan pengadilan, kami tidak berkenan terlibat dengan perselisihan sesama muslim, apalagi ikut bolak-balik ke Polisi.
3. Kembali lagi, atau mengulangi beribadah ke Gereja.
"Untuk pertimbangan lainnya bukan konsumsi publik, saya sudah memberikan perlengkapan sholat, buku panduan mualaf, menasehati dan mengingatkan pentingnya sholat tapi hidayah itu milik Allah SWT," pesan Koh Hanny.
- tangkapan layar youtube drrichardlee/ gemini AI
Lebih lanjut kata Koh Hannya lewat unggahannya tersebut, pihaknya tidak mencabut sertifikat mualaf karena seseorang masih dugem atau bermaksiat.
Pihaknya juga pernah mencabut sertifikat mualaf lainnya, bukan hanya milik dr. Richard Lee, kata Koh Hanny yang merupakan pengurus dari Mualaf Center Indonesia.
"kami lakukan bukan karena masih suka dugem, bukan karena masih maksiat atau berzinah, bukan juga karena sekian lama meninggalkan sholat fardhu termasuk meninggalkan sholat Jumat," jelas Koh Hanny.
"Kami hanya mencabut sertifikat, bukan keislamannya," imbuhnya.