news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Sherly Tjoanda Gubernur Malut.
Sumber :
  • YouTube

Terkejut Lihat Murid Sekolah Rakyat Kebingungan Ditanya Matematika Dasar, Sherly Tjoanda: Guru Sudah Impor dari Jawa

Sherly Tjoanda terkejut ketika mengetahui murid di Sekolah Rakyat masih kebingungan saat ditanya soal matematika dasar. Gubernur Malut tersebut beri pesan bijak
Rabu, 6 Mei 2026 - 10:17 WIB
Reporter:
Editor :

tvOnenews.com - Gubernur Maluku Utara (Malut), Sherly Tjoanda, memantau langsung perkembangan siswa-siswi di Sekolah Rakyat Akekolano.

Tidak hanya memantau perkembangan fasilitas fisik di Sekolah Rakyat tersebut, Sherly Tjoanda juga memastikan siswa-siswa di sana mendapatkan pelayanan terbaik.

Sherly Tjoanda memastikan apakah siswa-siswi Sekolah Rakyat Akekolano mendapatkan makanan yang layak.

Gubernur Malut tersebut ingin murid-murid Sekolah Rakyat mendapatkan makanan yang bergizi karena sangat dibutuhkan selama masa pertumbuhan.

Setelah memastikan kondisi Sekolah Rakyat semuanya baik-baik saja, Sherly Tjoanda mencoba menguji kecerdasan murid setingkat SMA di sana dengan soal matematika sederhana.

"Merasa lebih pintar tidak?" tanya Sherly Tjoanda kepada murid Sekolah Rakyat, seperti dilansir tvOnenews.com dari kanal YouTube GubSherly.

"7x3 berapa?" lanjutnya.

Berulang kali Sherly Tjoanda menanyakan soal perkalian ke beberapa murid, tetapi kebanyakan dari mereka terlihat kebingungan untuk menjawab.

"9x7, jangan lihat teman," kata Sherly Tjoanda.

"5x9," lanjutnya.

Beberapa murid berhasil menjawab soal matematika dari Sherly Tjoanda, namun beberapa yang lain masih kebingungan.

Sherly Tjoanda menyayangkan kejadian tersebut karena sudah mendatangkan guru dari Pulau Jawa.

"Bagaimana ini guru sampai sudah impor dari Jawa," kata Sherly Tjoanda.

Melihat masih banyak murid Sekolah Rakyat yang masih belum mahir perkalian sederhana, Sherly Tjoanda memberikan pesan menyentuh terkait pentingnya pemahaman matematika untuk kehidupan.

"Ketika hanya boleh memilih skill apa yang harus wajib dimiliki dengan sangat bagus itu adalah matematika dan bahasa Inggris," pesan Sherly Tjoanda.

Setidaknya murid-murid harus bisa memahami matematika dasar karena akan berguna ketika ingin masuk ke universitas.

"Pada akhirnya ketika kalian mau masuk di sekolah, universitas bagus mana pun se-Indonesia itu dibutuhkan matematika yang bagus," ujar Sherly Tjoanda.

"Matematika yang bagus itu harus dimulai dengan menghafal kali-kali dengan benar, kalau tidak dihafal, tidak sering, bagaimana kalian mau menyelesaikan soal dengan waktu yang dibatasi," lanjutnya.

Kemudian Gubernur Malut tersebut menjelaskan tentang tujuan besar dari adanya Sekolah Rakyat.

"Harusnya anak Sekolah Rakyat itu akan diberikan beasiswa sekolah-sekolah terbaik di Indonesia," kata Sherly Tjoanda.

Gubernur Maluku Utara itu juga menegaskan bahwa untuk memahami matematika perlu rutin dipelajari setiap hari.

Percuma jika fasilitas Sekolah Rakyat sudah bagus namun kedisplinan muridnya untuk giat belajar masih minim.

"Tetapi keinginan saja tidak cukup, dan guru bagus diberikan pun tidak cukup, fasilitas bagus diberikan pun tidak cukup, dan kalau dari kalian sendiri tidak ada disiplin," ujar Sherly Tjoanda.

"Waktu kalian yang begitu banyak dipakai untuk menghafal minimal kali-kali itu di luar kepala," lanjutnya.

Sherly Tjoanda menegaskan bahwa ilmu ini bukan untuk dirinya seorang, tetapi untuk masa depan murid-murid itu sendiri.

"Bukan untuk Ibu, untuk kalian," tegas Sherly Tjoanda.

Akan percuma jika kemudian lulus dari Sekolah Rakyat tetapi gagal masuk ke universitas karena tidak lulus gara-gara tak bisa mengerjakan soal matematika.

"Walaupun kalian keluar dari Sekolah Rakyat tapi kalau tidak lulus ujian di universitas bagus di Indonesia, enggak ada manfaatnya juga," kata Sherly Tjoanda.

"Dikasih gratis kuliah nanti tapi harus lulus tesnya, untuk lulus tesnya salah satunya adalah tes matematika, untuk bisa tes matematika minimal kalian hafal itu kali-kali," lanjutnya.

Oleh karena itu, Sherly Tjoanda berpesan kepada para murid Sekolah Rakyat agar memanfaatkan waktu luang untuk belajar daripada terbuang sia-sia gara-gara bermain media sosial.

"Setiap hari itu daripada duduk scroll TikTok, hayal yang di awan-awan, kali-kali itu hafal, sampai di luar kepala, jadi kalau orang tanya langsung bisa jawab," pesan Sherly Tjoanda.

Di sini Sherly Tjoanda tidak memarahi murid yang tak bisa menjawab soal matematika tersebut.

Alih-alih marah, Sherly Tjoanda justru memberikan pesan bijak agar para murid Sekolah Rakyat bersemangat dan semakin giat belajar.

(far)

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

07:47
08:24
05:01
01:52
02:56
38:12

Viral