- YouTube/GubSherly
Usai Dites Sherly Tjoanda, Murid Sekolah Rakyat Malah Jadi Sorotan Netizen: Zaman Dulu Gak Hafal Gak Boleh Pulang
tvOnenews.com - Kunjungan Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda, ke Sekolah Rakyat di Desa Akekolano kembali menyita perhatian publik.
Tak hanya karena agenda peninjauan fasilitas dan interaksi dengan murid, tetapi juga momen saat ia memberikan tes dadakan yang kemudian ramai diperbincangkan di media sosial.
Dalam kunjungan tersebut, Sherly hadir bersama wakil gubernur dan tim.
Ia berkeliling melihat kondisi sekolah, mengecek fasilitas, hingga memastikan kualitas makanan yang diberikan kepada para siswa.
Namun, suasana menjadi lebih menarik ketika ia mulai berinteraksi langsung dengan murid di dalam kelas.
- YouTube/GubSherly
Tes Dadakan Jadi Sorotan
Awalnya, Sherly menanyakan kualitas para guru kepada murid. Pertanyaan sederhana itu dijawab kompak oleh siswa.
“Guru-guru di sini bagus?” tanya Sherly Tjoanda, dilansir dari YouTube GubSherly.
“Bagus,” jawab para murid serempak.
Tak berhenti di situ, ia kemudian melanjutkan dengan pertanyaan yang menguji kemampuan dasar, khususnya dalam matematika.
“Merasa lebih pintar tidak? 7 x 3 berapa?” todong Sherly pada salah satu murid.
Namun, murid tersebut tidak mampu menjawab. Sherly pun melanjutkan pertanyaan kepada siswa lain secara bergantian.
“5 x 5?”
“7 x 9?”
“Ini bagian dari pendidikan, 5 x 9?”
Situasi tersebut membuat Sherly terlihat heran sekaligus menyayangkan kondisi yang ia temui.
Ia bahkan sempat menyinggung upaya menghadirkan tenaga pengajar dari luar daerah.
“Gimana ini guru sampai saya import dari Jawa,” ujarnya.
- YouTube
Pesan Tegas soal Pentingnya Pendidikan Dasar
Momen tersebut kemudian berlanjut dengan nasihat panjang dari Sherly kepada para murid.
Ia menekankan pentingnya penguasaan dua hal utama dalam pendidikan, yakni matematika dan bahasa Inggris.
“Ketika harus memilih skill apa yang wajib dimiliki dengan sangat bagus itu matematika dan bahasa Inggris. Pada akhirnya jika kalian sekolah ke universitas bagus mana pun se-Indonesia itu dibutuhkan matematika yang bagus,” ujar Sherly.
Menurutnya, kemampuan matematika tidak bisa instan, melainkan harus dibangun dari dasar, termasuk dengan menghafal perkalian.
“Matematika yang bagus itu harus dimulai dari menghafal perkalian dengan benar,” lanjutnya.
Sherly juga menyampaikan harapannya agar para murid Sekolah Rakyat dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi melalui program beasiswa.
Namun, ia menegaskan bahwa fasilitas dan dukungan saja tidak cukup tanpa usaha dari diri sendiri.
“Harusnya anak Sekolah Rakyat itu akan diberikan beasiswa sekolah terbaik di Indonesia, tapi keinginan saja tidak cukup, guru bagus diberikan pun tidak cukup, fasilitas bagus diberikan pun tidak cukup jika dari kalian sendiri tidak ada disiplin, waktu kalian yang begitu banyak dipakai untuk menghafal minimal kali-kali itu ada di luar kepala, ngerti?” ucapnya.
- Tangkapan layar YouTube GubSherly
Dalam pesannya, Sherly juga menyoroti kebiasaan generasi muda yang banyak menghabiskan waktu di media sosial.
Ia mengingatkan agar waktu tersebut dimanfaatkan untuk hal yang lebih bermanfaat, seperti belajar.
“Tiap hari daripada duduk scroll TikTok, khayal yang di awan-awan, sekali-kali itu hafalkan sampai di luar kepala. Jadi kalau orang tanya bisa langsung jawab,” pesannya.
Pesan tersebut disampaikan dengan nada tegas, namun sarat motivasi agar para siswa lebih disiplin dalam belajar.
Viral di Media Sosial, Jadi Sorotan Netizen
Momen tes dadakan ini pun viral di media sosial dan memicu beragam reaksi dari netizen.
Banyak yang menyoroti kemampuan dasar siswa yang dinilai masih kurang, terutama dalam hal hafalan perkalian.
Tak sedikit pula yang membandingkan dengan sistem pendidikan di masa lalu, di mana hafalan dianggap sebagai hal wajib sebelum siswa diperbolehkan pulang sekolah.
“Zaman dulu kalau nggak hafal nggak boleh pulang,” komentar salah satu netizen.
“Dulu waktu aku SD kalau mau pulang dites hafalan, kalau gak hafal malu sendiri” tulis yang lain.
Terlepas dari pro dan kontra yang muncul, kejadian ini membuka kembali diskusi tentang pentingnya penguatan pendidikan dasar, terutama dalam kemampuan berhitung dan kedisiplinan belajar.
Kunjungan Sherly Tjoanda ke Sekolah Rakyat pun bukan sekadar agenda rutin, melainkan menjadi refleksi bersama tentang tantangan pendidikan yang masih perlu dibenahi demi masa depan generasi muda. (gwn)