TRENDING: Sherly Tjoanda Keheranan Lihat Porsi Makan Siswa, Alasan Sertif Mualaf Richard Lee Dicabut, Pemuda Nekat Jalan Kaki 7 Bulan
- YouTube/GubSherly
tvOnenews.com - Sejumlah kabar viral tengah ramai diperbincangkan publik.
Mulai dari aksi spontan Sherly Tjoanda saat meninjau sekolah, polemik sertifikat mualaf dr Richard Lee, hingga kisah nekat seorang pemuda yang berjalan kaki berbulan-bulan demi bertemu Gubernur Malut.
Berikut rangkuman berita trending yang mencuri perhatian:
1. Sherly Tjoanda Soroti Porsi Makan Siswa: Ini Kurang!
- YouTube
Kunjungan Sherly Tjoanda ke Sekolah Rakyat di Akelolano mendadak jadi sorotan.
Dalam sidaknya, ia menemukan bahwa porsi makanan yang diberikan kepada siswa dinilai belum mencukupi, terutama bagi anak laki-laki yang sedang dalam masa pertumbuhan.
Saat berdialog langsung dengan para siswa, Sherly mendapat jawaban jujur bahwa mereka masih merasa lapar.
Ia pun langsung menegur pihak sekolah dan menyarankan agar porsi makanan ditambah, khususnya lauk seperti ikan.
"Ikannya kurang, Pak Kepala Sekolah, ini lagi masa pertumbuhan," ujar Sherly Tjoanda.
"Butuh ikan lebih banyak atau nasi lebih banyak?" tanya Sherly Tjoanda.
Ia bahkan mengecek langsung menu yang disajikan dan mempertanyakan apakah makanan tersebut berasal dari program tertentu atau katering.
Setelah mengetahui sistem penyediaannya, Sherly tetap menilai standar porsi saat ini belum ideal untuk kebutuhan siswa.
Baca selengkapnya:Â Sherly Tjoanda Terheran-heran Lihat Makanan Murid Sekolah Rakyat, Gubernur Malut: Ini Masak Sendiri atau MBG?
2. 3 Alasan Sertifikat Mualaf Richard Lee Dicabut
- Instagram @dr.richard_lee
Di sisi lain, polemik terkait Richard Lee masih terus bergulir. Sertifikat mualaf miliknya resmi dicabut oleh lembaga yang sebelumnya menerbitkan dokumen tersebut.
Koh Hanny Kristianto mengungkapkan bahwa keputusan ini diambil bukan tanpa alasan.
Ia menyebut ada tiga faktor utama, mulai dari sertifikat yang tidak digunakan sebagaimana mestinya, hingga dugaan penggunaan dokumen tersebut dalam konflik hukum.
Selain itu, muncul juga temuan bahwa Richard Lee disebut masih menjalankan aktivitas ibadah di gereja, yang menjadi pertimbangan serius bagi pihak lembaga.
Meski demikian, pihak terkait menegaskan bahwa pencabutan ini hanya bersifat administratif dan tidak membatalkan status keislaman seseorang.
Load more