- Tangkapan layar Instagram @s_tjo / ChatGPT AI
Kejujuran Sherly Tjoanda saat Harus Terjun ke Politik Setelah Tragedi Kematian Sang Suami: Kita Menolak untuk Kalah
tvOnenews.com - Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda, belakangan menjadi perhatian publik karena gaya kepemimpinannya yang dinilai berbeda.
Sherly tampil dengan pendekatan blusukan, turun langsung ke masyarakat untuk mendengar keluhan dan mencari solusi secara cepat.
Ia juga aktif membagikan aktivitas kerjanya di media sosial, mulai dari kunjungan ke masyarakat hingga pelaksanaan program pemerintahannya.
Sejumlah momennya bahkan menjadi viral, termasuk saat menerima aduan langsung dari siswa terkait guru yang jarang masuk kelas ketika melakukan inspeksi mendadak di Ternate.
- Ilustrasi AI/ChatGPT - Instagram/s_tjo
Dalam kesempatan itu, Sherly menegur pihak sekolah yang dianggap memberikan data tidak valid dan meminta siswa melapor langsung kepadanya melalui pesan pribadi jika mengalami intimidasi.
Di balik sorotan terhadap kepemimpinannya, Sherly Tjoanda juga membagikan kisah mengenai alasan dirinya masuk ke dunia politik. Cerita tersebut ia ungkapkan dalam podcast Akbar Faizal.
Perbincangan bermula dari pertanyaan tajam Akbar Faizal mengenai kehadiran Sherly di dunia politik.
"Anda sadar kalau kehadiran Anda di ruang politik itu adalah sebuah kecelakaan?" tanya Akbar Faizal.
Sherly pun mengaku menyadari hal tersebut.
"Saya sadar," jawabnya.
Akbar Faizal kemudian kembali bertanya mengenai bagaimana dirinya menyikapi situasi tersebut. Sherly menjelaskan bahwa keputusannya masuk ke dunia politik sebenarnya bukan sesuatu yang direncanakan sejak awal.
"Dengan berhasil, bagi saya, masuk di dunia politik ini bukan karena saya mau masuk ke dunia politik ya, karena ini ada kecelakaan 12 Oktober, kemudian ada suatu perjuangan yang harus dilanjutkan, karena saya, anak-anak, relawan, para partai politik yang saat itu sedang berjuang tinggal 42 hari lagi," ungkapnya.
Keputusan itu, menurut Sherly, lahir dari keinginan untuk melanjutkan perjuangan mendiang suaminya, Benny Laos.
"Kita menolak untuk kalah, kita menolak bahwa mimpi besar seorang Benny Laos, yang kita kenal semua, selesai begitu saja,"
Selain itu, dukungan dari anak-anaknya juga menjadi alasan penting yang membuat dirinya mantap melanjutkan perjuangan politik tersebut. Ia ingin meneruskan nilai, harapan, dan cita-cita yang sebelumnya diperjuangkan Benny Laos.