news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Oknum Kiai Bernama Ashari dijadikan tersangka kasus dugaan pelecehan seksual terhadap santri.
Sumber :
  • Kolase tvOnenews.com/ Facebook I Love Pati/ X @neVerAl0nely___

Demi Lancarkan Aksi Bejatnya, Kiai Cabul Minta Santri Pijat hingga Tidur Bersama, Korban: Katanya Ajaran Guru

Aksi bejat yang dilakukan Kiai Ashari di Ponpes Ndholo Kusumo, Pati, Jawa Tengah perlahan terbongkar oleh kesaksian para korban. Kini oknum telah jadi tersangka
Senin, 11 Mei 2026 - 00:37 WIB
Reporter:
Editor :

tvOnenews.com - Aksi bejat yang dilakukan Kiai Ashari di Ponpes Ndholo Kusumo, Pati, Jawa Tengah perlahan mulai terbongkar oleh kesaksian para korban.

Seorang oknum Kiai berinisial AS (51) atau disapa Ashari telah ditetapkan sebagai tersangka atas kasus dugaan pelecehan seksual.

TRIGGER WARNING: Artikel ini mengandung konten eksplisit pelecehan seksual yang dapat memicu kondisi emosi dan mental pembaca. Kami menyarankan Anda tidak meneruskan membacanya jika mengalami kecemasan dan meminta bantuan profesional.

Seorang Korban bernama samaran Tari sekaligus mantan santri di pondok pesantren tersebut mengumbar aksi bejat Kiai Cabul tersebut melalui tayangan YouTube CURHAT BANG Denny Sumargo.

Awal mula kejadian Ashari melancarkan aksinya secara bertahap, santri diminta untuk memijat tubuhnya dan memberikan ciuman jika sudah selesai.

“Awalnya disuruh pijatkan, kalau sudah selesai terus pamitan itu di cium. Ciumnya di pipi khan kiri,” ungkap Tari pada tayangan YouTube CURHAT BANG Denny Sumargo.

Korban mengaku cium pipi itu adalah hal biasa di dalam pondok pesantren jika sudah memiliki kedekatan dengan keluarga Kiai, berbeda dengan santri biasa.

Sehingga awalnya korban tidak merasa takut dengan hal tersebut dan tidak ada kecurigaan lantaran dirinya meyakini seorang santri harus patuh kepada Kiai.

Penampakan AS (52) kiai yang cabuli puluhan santriwati di Pati Jawa Tengah saat diringkus polisi, pada Kamis (7/5/2026).
Sumber :
  • threads @patisakpore

Kemudian korban kerap diajak ziarah dan kegiatan shalawatan, baik hanya berdua maupun beramai-ramai.

Setelah kegiatan tersebut, biasanya korban diajak untuk menemani tidur.

“Kalau habis ziarah sama shalawatan, biasanya langsung diajak nemani tidur itu. Nggak sampai berhubungan sih, tapi katanya disuruh guru Tariqah itu,” ujarnya.

Diketahui Guru Thariqah yaitu seorang pembimbing yang akan menuntun agar seseorang lebih mendalami agama dan mendekatkan diri kepada Tuhan.

Namun, pernyataan dari oknum Kiai itu hanya sebagai upayanya untuk melancarkan aksi bejatnya.

Ashari meminta hal tersebut dengan dalih agar santri dapat menyembuhkan penyakit hati, seperti iri dan dengki.

“Bilangnya saya banyak iri, saya banyak penyakit hati semacam iri, dengki dan fitnah. Kamu itu banyak sakitnya, kamu itu banyak iri dengki dan lain-lain obatnya itu begini (salah satunya tidur bersama),” jelas Tari.

“Aku nangkapnya nggak gimana-gimana, tapi dalam hatiku ‘masak aku seburuk itu?’,” sambungnya.

Korban tidak selalu menuruti permintaan oknum, ia juga kerap menolak. Tetapi saat korban menolak, teman lainnya justru menjadi korbanya.

Ia merasa takut dan waspada saat diajak tidur bersama oknum Kiai itu, sehingga ia tidak pernah tidur beneran hanya sekedar memejamkan mata.

“Pernah suatu kejadian itu pak Kiai (Oknum) sampai bilang disuruh emut (alat kelamin) biar nanti ada darah daging di tubuh saya,” pungkasnya.

Hal ini diminta dengan alasan agar korban dapat diakui oleh para Nabi dan Guru Thariqah.

(kmr)

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

01:02
02:11
01:30
05:41
02:16
05:19

Viral