- Kolase YouTube FHI Multimedia & X/@neVerAl0nely___
Santriwati Korban Kiai Ashari Beri Pengakuan Lengkap: dari Suasana di Ponpes Pati hingga Jadi Target Siasat Pencabulan
Jakarta, tvOnenews.com - Kasus dugaan pencabulan di Pondok Pesantren (Ponpes) Ndholo Kusumo, Tlogowungu, Pati, Jawa Tengah, menyeret nama AS (51) alias Kiai Ashari. Ia saat ini terjerat masalah hukum akibat dugaan pelecehan seksual yang dialami oleh puluhan santriwati.
Ironisnya, kasus dugaan pelecehan seksual Kiai Ashari terhadap santriwati telah terjadi sejak beberapa tahun terakhir. Hal ini menimbulkan keresahan bagi para korban hingga warga di Pati.
Kehebohan ini membuat seorang santriwati, Tari (nama samaran) yang mengaku sebagai korban pencabulan Kiai Ashari muncul ke ruang publik. Ia menceritakan kisah pahitnya selama di Ponpes Pati itu.
Dalam perbincangan di podcast YouTube Denny Sumargo, Tari mulanya mengungkapkan bahwa dirinya sudah menjadi santriwati di Ponpes Ndolo Kusumo sekitar tahun 2016/2017.
"Waktu lulus SD itu berarti umur 14 tahun. Sekarang 20 tahun," ujar Tari dilansir tvOnenews.com dari kanal YouTube Curhat Bang Denny Sumargo, Selasa (12/5/2026).
Ia mengatakan, jumlah santri dan santriwati tersebut awal mulanya sangat sedikit. Ia memperkirakan pelajar di Ponpes Pati itu hanya sekitar 10 orang.
"Selama berkembangnya waktu, itu santrinya mulai banyak, pondoknya juga pesat itu perkembangannya," terangnya.
Suasana Aktivitas Selama di Ponpes Ndholo Kusumo Pati di Bawah Kiai Ashari
- tvOneNews
Kemudian, ia menceritakan suasana yang terjadi selama menjadi santriwati di ponpes milik tersangka. Ia menjelaskan, awal mulanya dirinya tidak mengalami masalah apa pun.
Namun, Tari merasa sejak awal sudah gelisah. Ia menyampaikan suasana di pondok pesantren itu begitu keras. Bahkan, tak sedikit santriwati diperlakukan secara kasar.
Perlakuan kasar itu, kata dia, jika para santriwati tidak mau mengikuti kemauan Kiai Ashari. Mau tak mau, mereka akhirnya menuruti permintaan pemilik ponpes di Pati tersebut.
"Di sana itu keras," katanya.
Ia mencontohkan jika ada yang melawan. Para santriwati bisa dipukul sehingga membuat mereka ketakutan.
"Di sana itu, menurutnya kalau tidak benar, ya langsung sikat dipukul-pukul, disikat juga. Ya itu, sama oknum kiai itu tadi," bebernya.