- Tangkapan layar YouTube MPRGOID
Polemik Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar MPR RI di Kalbar: dari Penilaian hingga Juri dan MC Dinonaktifkan
Jakarta, tvOnenews.com - Polemik Final Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI 2026 tingkat Kalimantan Barat menggemparkan publik. Ajang tersebut viral di media sosial belakangan ini.
Acara Lomba Cerdas Cermat ini masih ramai diperbincangkan di media sosial. Kehebohan akibat sikap dari dewan juri hingga MC ajang yang digelar di Pontianak, Kalimantan Barat (Kalbar), Sabtu (9/5/2026).
Tak sedikit pengguna media sosial menyinggung kata "artikulasi". Sorotan itu lantaran ada dewan juri memberikan perbedaan nilai terhadap dua peserta Lomba Cerdas Cermat tersebut.
Cuplikan video viral ini membuat MPR RI melalui Sekretariat Jenderal (Setjen) MPR RI mengklarifikasi. MPR menyampaikan permohonan maaf hingga menonaktifkan dewan juri dan MC tersebut.
"MPR RI melalui Sekretarian Jenderal MPR RI menyampaikan permohonan maaf atas kelalaian Dewan Juri yang menyebabkan polemik terkait pelaksanaan Lomba Cerdas Cermat MPR RI di Provinsi Kalimantan Barat," tulis pernyataan Setjen MPR RI dikutip, Rabu (13/5/2026).
Kronologi Polemik Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar MPR RI 2026 di Kalbar
Para peserta ajang Final Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar MPR RI di Kalimantan Barat
Sumber :
- Tangkapan layar YouTube MPRGOID
- Tangkapan layar YouTube MPRGOID
Polemik ini muncul lantaran adanya LCC 4 Pilar MPR RI di Kalbar. Mulanya, sembilan Sekolah Menengah Atas (SMA) di Kalbar menjadi peserta dalam ajang LCC tersebut.
Di babak final, hanya tiga sekolah yang tersisa dalam ajang empat pilar tersebut. Beberapa sekolah di antaranya, SMAN 1 Pontianak, SMAN 1 Sambar, dan SMAN 1 Sanggau.
1. Juri Beri Penilaian Jawaban Benar tapi Disalahkan
- Tangkapan layar YouTube MPRGOID
Ketegangan terjadi saat sesi rebutan jawaban. Momen ini diunggah melalui siaran langsung kanal YouTube MPRGOID.
Di momen ini, ketiga regu peserta berupaya sebagai pihak tercepat untuk memberikan jawaban. Adapun pertanyaan dari dewan juri, "DPR dalam memilih anggota BPK, wajib memperhatikan pertimbangan dari lembaga mana?".
Regu C dari SMAN 1 Pontianak langsung sigap menekan bel terlebih dahulu. Kecepatan itulah membuat mereka sebagai penjawab pertama.
Perwakilan dari Regu C menuturkan aspek pemilihan anggota BPK. Dengan pedenya, ia tak ragu menjawab pertanyaan yang dilontarkan dewan juri.
"Anggota Badan Pemeriksa Keuangan dipilih oleh Dewan Perwakilan Rakyat dengan memperhatikan pertimbangan Dewan Perwakilan Daerah dan diresmikan oleh Presiden," ujar perwakilan Regu C SMAN 1 Pontianak.