news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Ketua Komisi II DPR RI bicara soal polemik Lomba Cerdas Cermat MPR RI.
Sumber :
  • Kolase

Tegas, Ketua Komisi II DPR RI Minta Juri Lomba Cerdas Cermat MPR Di-Blacklist: Akui Anda Salah

Ketua Komisi II DPR RI minta juri Lomba Cerdas Cermat MPR RI di-blacklist dan mengakui kalau akui kesalahan. Dewan juri Lomba Cerdas Cermat MPR mendadak viral.
Rabu, 13 Mei 2026 - 08:56 WIB
Reporter:
Editor :

tvOnenews.com - Ketua Komisi II DPR RI, Rifqinizamy Karsayuda, ikut bersuara soal polemik penilaian dewan juri terhadap peserta Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI 2026 tingkat Provinsi Kalimantan Barat.

Polemik ini mendadak viral gara-gara dewan juri dianggap melakukan kesalahan dalam menilai jawaban peserta.

Dalam sesi pertanyaan rebutan, perwakilan SMAN 1 Pontianak menekan bel terlebih dahulu untuk menjawab pertanyaan terkait mekanisme pemilihan anggota BPK.

Namun jawaban siswi SMAN 1 Pontianak dianggap salah oleh dewan juri sehingga diberikan nilai minus 5.

Kemudian pertanyaan dilempar kembali dan dijawab oleh regu lain dengan jawaban yang sama tetapi kali ini dewan juri menilainya benar sehingga diberikan nilai 10.

Melihat reaksi berbeda dari dewan juri, siswi SMAN 1 Pontianak yang jawabannya disalahkan kemudian melakukan protes.

Akan tetapi menurut dewan juri, jawaban SMAN 1 Pontianak salah karena tidak menyebutkan frasa Dewan Perwakilan Daerah.

Namun siswi SMAN 1 Pontianak merasa jawabannya sudah tepat dan telah menyebutkan Dewan Perwakilan Daerah sebagai jawaban yang benar, bahkan ia juga meminta klarifikasi dari penonton yang hadir.

Akan tetapi protes siswa SMAN 1 Pontianak tersebut tidak berakhir manis, pihak dewan juri tetap mempertahankan keputusannya.

Bahkan dewan juri malah menyalahkan artikulasi siswi SMAN 1 Pontianak sehingga jawabannya dianulir.

Kejadian ini langsung viral di kalangan netizen yang mempertanyakan kinerja dewan juri lomba tersebut.

Tidak hanya dewan juri yang menjadi sasaran, MC yang memandu acara tersebut juga dikritik karena melontarkan kata-kata yang justru memperkeruh keadaan.

Ribut-ribu ini akhirnya sampai ke telinga Rifqinizamy Karsayuda, Anggota DPR RI yang juga alumni SMAN 1 Pontianak.

"Saya Rifqinizamy Karsayuda, Ketua Komisi II DPR RI, Anggota DPR/MPR RI, sekaligus alumni SMA Negeri 1 Pontianak, Kalimantan Barat," ujar Anggota DPR tersebut dalam akun Instagram pribadinya, seperti dilansir tvOnenews.com.

Rifqinizamy Karsayuda menyoroti viralnya kejadian di Lomba Cerdas Cermat MPR RI tersebut.

"Satu-dua hari terakhir kita mendapatkan banyak sekali video yang sangat viral terkait dengan lomba cerdas cermat empat pilar MPR RI, di babak final tingkat Provinsi Kalimantan Barat," kata Rifqinizamy Karsayuda.

"Adik-adik kami dari SMA Negeri I Pontianak telah memberikan jawaban terkait dengan pertanyaan bagaimana mekanisme pemilihan anggota Badan Pemeriksa Keuangan yang jawabannya baik secara konstitusional maupun normatif benar namun kemudian oleh juri dinyatakan salah sementara grup yang lain dari SMA yang lain menjawab dengan jawaban yang persis serupa tapi kemudian dinyatakan benar dan mendapatkan nilai sempurna," sambungnya.

Melihat kasus tersebut, Rifqinizamy Karsayuda langsung bergerak cepat dengan berkomunikasi dengan Biro Persidangan MPR RI selaku penanggung jawab lomba tersebut.

"Saya telah berkomunikasi dengan Biro Persidangan MPR RI yang menjadi penanggung jawab dari kegiatan ini," kata Ketua Komisi II DPR RI tersebut.

"Mereka saya minta untuk segera membuat klarifikasi sekaligus permohonan maaf secara terbuka," lanjutnya.

Ada 3 tuntutan yang disampaikan oleh Rifqinizamy Karsayuda kepada Biro Persidangan MPR RI atas kasus ini.

"Yang pertama, saya meminta akan ada segera permohonan maaf dan klarifikasi dari Biro Persidangan MPR RI terkait hal ini," ujar Rifqinizamy Karsayuda.

"Yang kedua, saya meminta juri yang kemudian sangat fatal memberikan penilaian dan tanggapan untuk kemudian meminta maaf dan klarifikasinya, akui bahwa anda salah," lanjutnya.

Pada poin ketiga, Rifqinizamy Karsayuda meminta MPR RI untuk mengambil langkah tegas dengan melarang orang yang bersangkutan untuk menjadi juri dalam perlombaan di kemudian hari.

"Yang ketiga, kami meminta kepada MPR RI untuk mem-blacklist juri tersebut untuk tidak bisa lagi digunakan," tegas Rifqinizamy Karsayuda.

Menurut Rifqinizamy Karsayuda, kejadian ini menjadi sebuah citra buruk sekaligus mencederai intelektualitas.

"Ini preseden buruk dan saya kira apapun alasannya ini mencederai intelektualitas dan nilai-nilai konstitusionalisme yang kita anut selama ini," ujar Rifqinizamy Karsayuda.

Ketua Komisi II DPR RI tersebut mendesak agar tiga tuntutannya tadi harus segera dilaksanakan sehingga tidak menimbulkan dampak yang lebih besar di masyarakat.

"Tiga hal inilah yang saya kira harus segera dilakukan untuk kemudian memberikan klarifikasi kepada publik dan kepada adik kita dari SMA Negeri I Pontianak yang telah memberikan jawaban yang benar namun disalahkan," tegas Rifqinizamy Karsayuda.

Selain itu, Rifqinizamy Karsayuda juga meminta agar siswi SMAN 1 Pontianak yang dianulir jawabannya tersebut diberikan penghargaan oleh pihak MPR RI.

(far)

 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

05:04
06:14
01:39
01:48
02:40
05:10

Viral