- tvOnenews.com Edit / YouTube KANG DEDI MULYADI CHANNEL
Dedi Mulyadi Datangi Pedagang Terdampak Penertiban, Langsung Beri Uang Tunai dan Borong Bakso Harga Rp2 Juta
tvOnenews.com - Dedi Mulyadi kembali menunjukkan aksinya mendatangi langsung pedagang terdampak penertiban di Kota Bandung. Di tengah langkah penataan besar-besaran yang dilakukan Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Dedi justru menunjukkan sisi humanisnya dengan memberikan uang tunai hingga memborong dagangan bakso milik warga.
Momen tersebut langsung mencuri perhatian warganet karena dilakukan di tengah proses penertiban yang belakangan ramai diperbincangkan. Alih-alih hanya melakukan pembongkaran, Dedi Mulyadi terlihat memastikan para pedagang kecil tetap bisa membawa pulang nafkah untuk keluarganya.
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi memang tengah gencar melakukan penataan tata ruang dan kebersihan di Kota Bandung pada Mei 2026. Langkah ini mencakup penertiban pedagang kaki lima (PKL) dan pembongkaran kios liar untuk mengembalikan fungsi trotoar, taman, dan drainase.
Selain itu, Dedi Mulyadi juga fokus memimpin pembongkaran lapak ilegal, pembersihan trotoar, hingga pembenahan sistem pengelolaan sampah kota demi memulihkan fungsi fasilitas publik dan kewibawaan ibu kota provinsi.
Namun di balik penertiban tersebut, Dedi Mulyadi menegaskan bahwa pihaknya tetap mengedepankan sisi kemanusiaan. Hal itu terlihat dalam unggahan Instagram terbaru pada 14 Mei 2026.
“Kami lakukan ini agar tidak ada pihak yang merasa dirugikan. Untuk kemudian, ke depan akan kita lakukan penataan berbasis kultur Kejawabaratan,” tulis Dedi Mulyadi.
Dalam video yang diunggah, Dedi Mulyadi bersama jajaran Pemprov Jawa Barat terlihat turun langsung menemui para pedagang terdampak penertiban. Mereka memberikan santunan uang tunai agar kehidupan ekonomi keluarga para pedagang tetap berjalan selama proses penataan dilakukan.
Salah satu momen yang paling mencuri perhatian terjadi saat Dedi Mulyadi masuk ke sebuah warung bakso milik warga.
“Mana itunya yang tukang warung baksonya mana?” tanya Dedi Mulyadi.
Setelah bertemu pemilik warung bakso, Dedi Mulyadi langsung berbicara tanpa basa-basi mengenai rencana penataan di lokasi tersebut.
“Mas, kita kan mau penataan dulu ya, dan ini nanti kepala dinasnya saya panggil ke sini. Nah nanti takut besok ada penataan ini mas ya,” ujar Dedi Mulyadi.
Tak lama kemudian, Dedi terlihat memberikan amplop kepada pemilik warung bakso sebagai pegangan sementara.
“Jadi nanti saya titip ini dulu, untuk pegangan dulu ya,” ucap Dedi Mulyadi sambil menyerahkan amplop.
Dedi Mulyadi juga sempat berkoordinasi dengan tim Pemprov Jawa Barat terkait data para pedagang yang terdampak.
“Nanti nama-namanya ada kan,” kata Dedi Mulyadi kepada timnya.
Tak berhenti di situ, Dedi Mulyadi juga menemui kakak pemilik warung bakso dan memastikan keluarga tersebut tetap memiliki pegangan selama belum bisa berjualan.
“Tapi saya sudah nitip, pasti kalau dibongkar kan enggak kerja dulu, nanti buat makannya sudah saya titipin,” ujar Dedi Mulyadi.
“Alhamdulillah,” jawab kakak pemilik warung.
Momen haru kembali terjadi ketika keluarga pemilik warung menawarkan agar seluruh dagangan bakso diborong.
“Ini mau diborong pak?” tanya kakak pemilik warung bakso.
“Iya, borong,” jawab Dedi Mulyadi.
Saat ditanya harga seluruh bakso yang tersisa, pemilik warung menyebut nominalnya mencapai sekitar Rp2 juta.
“Baksonya harganya Rp2 jutaan,” kata pemilik warung bakso.
Tanpa berpikir panjang, Dedi Mulyadi langsung membayar seluruh dagangan tersebut.
“Yaudah ini baksonya saya bayar Rp2 juta,” ucap Dedi Mulyadi.
Sebelumnya, Dedi Mulyadi juga pernah menegaskan bahwa penertiban yang dilakukan Pemprov Jawa Barat tidak akan mengorbankan kehidupan pedagang kecil.
“Kepada para pedagang, kami tidak pernah akan merugikan terhadap para pedagang yang mengalami penertiban. Kami selalu mempertimbangkan aspek-aspek kemanusiaan dan keberlangsungan hidup ekonomi keluarga,” ungkap Dedi Mulyadi.
(anf)