- dok.kolase tvOnenews.com / Instagram Dedi Mulyadi
Dedi Mulyadi Dikerumuni Warga saat Menertibkan Pedagang, KDM buat Pedagang Bakso Tersenyum: Alhamdulillah
Jakarta, tvonenews.com- Ada momen menarik diunggah Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi yang mendatangi pedagang di area Jalan Eyckman-Sukajadi.
Dalam kunjungannya tersebut, Dedi Mulyadi yang disapa KDM itu terlihat dikerumuni oleh warga. Namanya pun dipanggil-panggil.
Kang Dedi menemui salah satu pedagang yang diketahui akan kena penertiban tersebut. Dia pun langsung memberikan uang tambahan.
- tvOnenews.com/Syifa Aulia
Uang tersebut ibarat ganti rugi sementara, selama penertiban dilakukan untuk bisa beli makan bersama keluarga.
Pemberian uang tambahan ini ditegaskan KDM untuk mengantisipasi keluhan merasa rugi dari pedangang.
"Kami lakukan ini agar tidak ada pihak yang merasa dirugikan. Untuk kemudian, ke depan akan kita lakukan penataan berbasis kultur kejawabaratan," jelasnya, dikutip dari Instagram pribadinya, Kamis (14/5).
Dalam pertemuannya dengan pedagang bakso, KDM langsung memberikan uang tambahan dan direspon dengan senyum lebar.
Kerabat pedagang Bakso pun sampai mengucapkan syukur karena diberikan rezeki dari Gubernur Jabar tersebut.
"mas kita mau penataan dulu, dan ini sama kepala dinas ya dan nanti sekda saya panggil. takut besok ada penataan dan takut menutup...saya titip ini dulu sebagai pengganti nanti (uang maan sementara)," pesan KDM.
"nanti kan kalau dibongkar tidak kerja dulu, nanti untu buat makan sudah saya titipin," sambungnya.
"alhamdulillah (kata keluarga penjual bakso)," jawabnya.
Bukan hanya itu, KDM juga sekalian memborong dagangan penjual bakso. Lahi-lagi penjual nakso itu mengucapkan makasih dan syukur.
"mau diborong pak? alhamdulillah," saut penjual bakso yang sebut nominal harga totalnya 2 jutaan.
- dok.kolase tvOnenews.com / Instagram Dedi Mulyadi
Berdasarkan kabarnya, pembongkaran ini terjadi karena koordinasi Pemkot Bandung dan Pemprov Jabar berjalan baik. Bahkan dalam hal ini, pihak pemkot telah dibantu pemprov.
Sehingga tak heran jika KDM langsung menemui para Pedagang. Juga memberikan biaya tambahan.
Sehubungan dengan aksi nyata dalam menata estetika kota dengan memimpin langsung penertiban kios-kios liar yang telah puluhan tahun memenuhi trotoar di kawasan jantung Kota Bandung.
Menurutnya langkah ini sebagai respons atas kondisi kekumuhan yang mengganggu akses utama menuju fasilitas publik penting seperti Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) dan pusat pemerintahan.
Dalam pemantauan di lapangan, Kang Dedi Mulyadi mengungkapkan keprihatinannya terhadap pembiaran yang terjadi selama puluhan tahun.
Menurutnya, trotoar yang seharusnya menjadi hak pejalan kaki telah berubah fungsi menjadi deretan kios semi permanen yang menyebabkan tumpukan sampah dan kesan kumuh di pusat kota.
“Daerah ini merupakan jantung kota dan akses harian masyarakat menuju tempat pelayanan kesehatan serta kantor gubernur," katanya.
"Kita tidak bisa terus membiarkan kekumuhan ini. Fungsi trotoar harus dikembalikan sebagaimana mestinya agar kota terlihat rapi dan tertata,” ujar KDM.(klw)