- Tangkapan layar YouTube GubSherly
Respons Datar Warga Suku Togutil Usai Dijanjikan Rumah 5 Hektare oleh Sherly Tjoanda, Gubernur Malut: Pertama Kali Aku
“Yang penting hidup tentram,” ucap Doko singkat menggunakan bahasa Tobelo.
Sherly pun mencoba meyakinkan masyarakat bahwa program tersebut akan dijalankan secara serius dan bersifat jangka panjang.
Ia bahkan menegaskan lahan 5 hektare yang nantinya digunakan untuk pemukiman dan peternakan akan menjadi tempat tinggal permanen bagi masyarakat adat.
Menurut Sherly, pembangunan itu bukan sekadar proyek biasa, melainkan upaya meningkatkan kesejahteraan tanpa menghilangkan budaya asli masyarakat pedalaman.
Tidak berhenti di situ, Sherly juga menemukan fakta bahwa masih banyak warga Suku Togutil yang belum memiliki identitas administrasi seperti nama resmi maupun KTP.
Padahal dokumen kependudukan sangat penting agar masyarakat adat bisa mendapatkan akses bantuan sosial dan program pembangunan pemerintah.
Sherly kemudian langsung meminta jajarannya melakukan perekaman KTP secepat mungkin.
“Habis ini turun ke bawah ambil sembako langsung perekaman biar rumahnya juga bisa dibangun,” kata Sherly.
Di akhir kunjungan, Sherly mengaku senang karena masyarakat Suku Togutil akhirnya mulai terbuka terhadap tawaran pemerintah untuk hidup menetap dengan fasilitas yang lebih layak.
Ia berharap suatu saat nanti kawasan tersebut juga bisa menjadi tempat penelitian budaya sehingga tradisi dan kehidupan masyarakat adat tetap terjaga sekaligus lebih mudah dipelajari oleh banyak pihak.
"Ini pertama kali aku ke Suku Togutil. Aku sering mendengar soal berencana tapi nggak kejadian. Senang banget mereka menerima penawaran kita untuk hidup menetap. Suatu hari nanti jika ada akademisi yang mau mempelajari, meneliti lebih dalam tentang budaya, kebiasaan, bisa mudah datang ke sini," kata Sherly. (asl)