- Kolase tim tvOnenews
Hot News: SMAN 1 Sambas Buka Suara soal Polemik LCC MPR RI, Dedi Mulyadi Buka Suara soal Klenik, hingga Suku Togutil Ragu Janji Sherly Tjoanda
tvOnenews.com - Tiga berita terpopuler yang jadi hot news hari ini mulai dari polemik final Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI di Kalimantan Barat, pernyataan tegas Gubernur Jabar Dedi Mulyadi terkait cara pandang “klenik” terhadap situs sejarah Sunda, hingga kisah haru Suku Togutil di Maluku Utara yang masih ragu terhadap janji pembangunan hunian layak dari Gubernur Sherly Tjoanda.
Kontroversi LCC Empat Pilar MPR RI masih menjadi bahan perdebatan setelah video keputusan juri viral di media sosial. Situasi itu bahkan memicu tekanan psikologis terhadap para peserta dan sekolah yang terlibat.
Di sisi lain, Dedi Mulyadi kembali menjadi sorotan usai meminta masyarakat mengubah pola pikir mistis terhadap benda sejarah Sunda menjadi pendekatan akademik dan peradaban.
Sementara dari wilayah timur Indonesia, Sherly Tjoanda mendapat perhatian karena dialog emosionalnya dengan Suku Togutil yang sempat trauma terhadap janji pemerintah.
Tiga peristiwa ini memperlihatkan wajah Indonesia yang beragam. Ada isu pendidikan dan mental siswa, upaya meluruskan pemahaman sejarah budaya, hingga tantangan membangun kepercayaan masyarakat adat terhadap negara.
Berikut rangkuman tiga hot news yang paling banyak diperbincangkan hari ini.
1. SMAN 1 Sambas Akhirnya Buka Suara soal Polemik LCC MPR RI
Pihak SMAN 1 Sambas resmi mengeluarkan pernyataan sikap terkait kontroversi Final Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar MPR RI 2026 tingkat Provinsi Kalimantan Barat yang digelar di Pontianak pada 9 Mei 2026 lalu.
Sekolah tersebut menjadi juara pertama setelah mengungguli SMAN 1 Pontianak dan SMAN 1 Sanggau. Namun hasil lomba memicu polemik setelah publik menilai ada keputusan juri yang kontroversial saat sesi rebutan jawaban.
- Facebook/SMA Negeri 1 Sambas
Melalui akun Instagram resmi sekolah pada Jumat (15/5/2026), pihak SMAN 1 Sambas menyatakan bahwa sikap tersebut lahir dari hasil diskusi bersama dewan guru, staf TU, peserta lomba, hingga orang tua murid. Fokus utama mereka adalah menjaga marwah pendidikan serta kondisi mental siswa yang terdampak akibat polemik yang terus meluas.
“Berdasarkan komitmen bersama dewan guru beserta staf TU SMAN 1 Sambas dan peserta LCC 4 Pilar MPR RI 2026 beserta orang tua mereka untuk menjaga marwah pendidikan dan kesehatan mental atau psikis murid dalam lingkungan yang sehat dan bermartabat,” tulis pihak sekolah.
SMAN 1 Sambas juga menegaskan bahwa peserta Regu B telah mengikuti seluruh tata tertib yang disepakati sejak awal lomba. Mereka menghormati hasil resmi penyelenggaraan dan menolak tuduhan adanya unsur kecurangan, nepotisme, maupun pengaturan hasil pertandingan.
“Menghormati setiap keputusan resmi yang telah ditetapkan sebagai bagian dari mekanisme penyelenggaraan lomba,” tegas kepala sekolah.
Selain itu, pihak sekolah menolak usulan pertandingan final ulang tingkat Provinsi Kalimantan Barat. Mereka menilai polemik berkepanjangan justru memperkeruh suasana dan memberi tekanan psikologis kepada siswa serta lingkungan sekolah.
2. Dedi Mulyadi Minta Situs Sunda Tak Lagi Dikaitkan dengan Klenik
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi kembali menarik perhatian publik setelah mengajak masyarakat mengubah cara pandang terhadap situs sejarah Sunda. Menurut pria yang akrab disapa KDM itu, benda-benda peninggalan sejarah seharusnya dipahami melalui pendekatan akademik, bukan dikaitkan dengan pemujaan atau praktik mistis.
Pernyataan tersebut disampaikan saat menghadiri diskusi kecagarbudayaan bertajuk “Prasasti Batutulis dan Mahkota Binokasih Sanghyang Pake” di Museum Pajajaran Batutulis, Kota Bogor, Kamis (14/5/2026).
“Kegiatan ini adalah kita ingin mengubah cara pandang yang klenik menjadi cara pandang yang teknokratis. Sehingga ketika memahami benda-benda kepurbakalaan, maka kita harus melihat dari sudut peradaban,” ujar Dedi Mulyadi.
- Antara
Menurutnya, peninggalan seperti Prasasti Batutulis dan Mahkota Binokasih adalah bukti kecerdasan leluhur Sunda pada zamannya. Karena itu, ia mendorong lahirnya kajian ilmiah yang mendalam mulai dari material, usia benda, hingga makna filosofis di balik tulisan kuno.
KDM juga ingin hasil penelitian tersebut dijadikan naskah akademik yang dapat menjadi dasar pembangunan kawasan, termasuk tata ruang dan identitas budaya daerah.
“Situs sejarah harus kembali jadi situs sejarah. Bukan untuk pemujaan, tetapi untuk konservasi, akademik, dan juga kenyamanan lingkungan,” tambahnya.
Komitmen pelestarian budaya Sunda juga ditunjukkan melalui rencana revitalisasi Museum Pajajaran dengan anggaran Rp9 miliar. Selain itu, kawasan sekitar Batutulis akan ditata ulang melalui pembangunan trotoar, lampu jalan, taman, hingga konsep kawasan budaya bernama Palataran Binokasih.
3. Suku Togutil Ragu Janji Sherly Tjoanda soal Hunian Layak
Kisah menyentuh datang dari pedalaman Halmahera, Maluku Utara. Suku Togutil atau O’Hongana Manyawa mengaku masih ragu terhadap janji pembangunan hunian layak yang disampaikan Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda.
Keraguan itu muncul karena mereka pernah menerima janji serupa dari pihak lain, namun tidak pernah terealisasi hingga sekarang.
Dalam kunjungan kerja ke Desa Koil, Tidore Kepulauan pada awal Mei 2026, Sherly Tjoanda bersama jajaran Forkopimda menemui langsung masyarakat Togutil. Salah satu agenda utama adalah rencana pembangunan kawasan hunian seluas lima hektar bagi komunitas tersebut.
- Youtube Gub Sherly
“Kita mau bikin, kasih lahan buat mereka 5 hektar, mau bikin perumahan, nanti modelnya mereka setuju dulu,” ujar Sherly Tjoanda.
Namun melalui penerjemah bahasa Tobelo, masyarakat Togutil mengungkapkan rasa tidak percaya. Mereka takut janji tersebut hanya sekadar ucapan tanpa realisasi.
“Mereka takut ibu tak bisa bikin rumah seperti sedia kala, tipu-tipu katanya,” kata penerjemah.
Mendengar hal itu, Sherly langsung memberikan jawaban tegas.
“Kita bikin lebih bagus,” balasnya.
Sherly kemudian menjelaskan bahwa Kementerian Sosial sudah turun langsung melakukan pendataan dan menyiapkan anggaran pembangunan. Ia juga menekankan pentingnya administrasi kependudukan agar setiap keluarga bisa memperoleh rumah layak huni.
Selain persoalan tempat tinggal, Sherly turut menyoroti kondisi kesehatan anak-anak Suku Togutil yang dinilai mengalami kekurangan gizi. Ia memastikan petugas kesehatan akan rutin datang membawa susu dan vitamin untuk mendukung perbaikan gizi masyarakat setempat. (udn)