news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Dedi Mulyadi saat Kirab Mahkota Binokasih.
Sumber :
  • tvOnenews.com Edit / YouTube KANG DEDI MULYADI CHANNEL

Efek Kirab Mahkota Binokasih di Bandung Tak Main-Main, Dedi Mulyadi Sampai Ucapkan Permintaan Maaf

Dedi Mulyadi sampai minta maaf usai Kirab Mahkota Binokasih di Bandung dipadati warga. Jalanan macet, hotel dan restoran penuh total. Simak berita lengkapnya!
Minggu, 17 Mei 2026 - 12:22 WIB
Reporter:
Editor :

tvOnenews.com - Bandung benar-benar berubah jadi lautan manusia saat Kirab Mahkota Binokasih digelar pada Sabtu malam, 16 Mei 2026. Ribuan warga tumpah ruah memenuhi jalanan hingga membuat suasana kota nyaris lumpuh total. Di tengah euforia budaya yang luar biasa itu, Dedi Mulyadi bahkan sampai menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat karena dampak kemacetan yang terjadi.

Kirab Kirab Mahkota Binokasih Bandung sendiri menjadi acara puncak rangkaian festival budaya kolosal Milangkala Tatar Sunda 2026. 

Setelah sebelumnya diarak melintasi delapan kota dan kabupaten di Jawa Barat sejak awal Mei, Mahkota Binokasih akhirnya tiba di Bandung sebagai destinasi terakhir sekaligus penutup prosesi napak tilas sejarah Pajajaran.

Parade budaya dimulai pukul 19.30 WIB dari Kiara Artha Park, melewati Jalan Jakarta dan Jalan WR Supratman, lalu berakhir di kawasan Gedung Sate dan Jalan Diponegoro dengan total rute mencapai 3,5 kilometer.

Momen paling mencuri perhatian tentu saat Dedi Mulyadi memimpin langsung kirab dengan menunggangi kuda putih sambil mengenakan pakaian serba putih. 

Kehadirannya langsung disambut antusias ribuan warga yang memadati sepanjang jalur protokol.

Melalui unggahan Instagram pada 17 Mei 2026, Dedi Mulyadi mengaku terkejut melihat besarnya antusias masyarakat terhadap acara budaya tersebut.

“Assalamualaikum, sampurasun wilujeng enjing wargi Jabar dan seluruh warga net dimanapun berada. Terima kasih ya, tadi malam Kirab Mahkota Binokasih, napak tilas Pajajaran, Bandung menjadi lautan pecinta budaya,” ucap Dedi Mulyadi.

Ia bahkan mengaku kesulitan memperkirakan jumlah warga yang hadir karena hampir seluruh ruas jalan dipenuhi masyarakat.

“Saya enggak bisa mengatakan jumlah yang hadir karena saya tidak bisa menghitung, 3 KM tidak ada sejengkal tanah pun yang kosong dari warga,” kata Dedi Mulyadi.

Menurutnya, warga yang datang bukan hanya berasal dari Bandung dan Jawa Barat saja, tetapi juga dari berbagai daerah lain yang memiliki semangat mencintai budaya Sunda.

“Ada warga Bandung dan ada warga Jabar, ada warga Indonesia dan bisa jadi ada warga dunia yang kumpul. Dan ini cermin bahwa ini punya spirit yang sama, kita kembali pada jati diri kita bahagia dalam setiap masa,” ujar Dedi Mulyadi.

Berita Terkait

1
2 Selanjutnya

Topik Terkait

Saksikan Juga

02:06
05:01
05:14
03:43
03:22
03:33

Viral