- YouTube GubSherly - AI
Sherly Tjoanda Tolak Mentah-mentah Permintaan Warga Ternate soal Pinjol: Jaga Nama Baik
"Yang kedua, dalam hidup itu yang termahal adalah integritas dan nama baik. Jadi jika sudah diberikan kepercayaan, yang sudah cairnya juga kurnya hari ini 35 sampai 50 juta, dijaga nama baik. satu-satunya yang dimiliki yang tidak bisa, kalau sudah rusak itu gak bisa lagi (diperbaiki) adalah nama baik."
"Jadi yang punya banyak tanggungan belum bisa kami bantu. Yang namanya masih bersih dijaga untuk tetap bersih," pungkasnya.
Pernyataan tersebut langsung ramai diperbincangkan di media sosial.
Banyak warganet menilai sikap Sherly sebagai bentuk edukasi finansial yang tegas namun realistis, terutama di tengah maraknya kasus pinjaman online dan kredit bermasalah di masyarakat.
Fenomena penyalahgunaan data pribadi untuk pengajuan pinjaman online memang masih menjadi perhatian serius di Indonesia.
Otoritas Jasa Keuangan atau OJK berulang kali mengingatkan masyarakat agar tidak sembarangan memberikan data pribadi seperti KTP kepada pihak lain karena berpotensi disalahgunakan untuk pengajuan kredit maupun pinjaman ilegal.
Selain itu, masyarakat juga diminta memastikan layanan pinjaman yang digunakan berasal dari perusahaan resmi yang terdaftar dan diawasi OJK.
Langkah ini penting untuk menghindari bunga tidak wajar, penagihan intimidatif, hingga penyalahgunaan data pribadi.
Di sisi lain, respons Sherly dinilai menunjukkan batas yang jelas antara tanggung jawab pemerintah dan tanggung jawab pribadi warga.
Pemerintah tetap hadir membantu persoalan administrasi publik seperti legalitas pernikahan dan dokumen kependudukan, namun urusan utang pribadi tetap menjadi kewajiban masing-masing individu.
Sikap tersebut juga dianggap mencerminkan pentingnya literasi keuangan di tengah meningkatnya akses masyarakat terhadap layanan pinjaman digital yang semakin mudah diperoleh hanya bermodalkan data identitas pribadi.
(tsy)