- Instagram Ruben Onsu
Ruben Onsu Habis Kesabaran Hadapi Netizen, Tak Terima Dikatai Bikin Drama dengan Anak Kandung
Ia bahkan mengaku tak mengerti bagaimana harus merespons tuduhan seperti itu.
"Kita enggak ngerti, kita mau doain juga itu enggak tercatat deh. Jadi saya cuman gini ya, rindu pasti rindu, kangen mah pasti kangen gitu. Cuman saya ngerti bagaimana caranya menghandle situasi itu dan mohon untuk bisa tidak masuk ke ranah anak gitu ya," lanjutnya.
Ketika awak media menanyakan apakah Ruben Onsu masih bisa melakukan video call dengan anak-anaknya, jawabannya cukup mengejutkan.
"Belum, belum, belum bisa video call ya. Saya kalau mau telepon tiap hari gitu kan ada, saya enggak cari, saya enggak hubungi. Ya enggak, buat saya kan komunikasi hubungannya juga enggak baik ya. Jadi kalau buat saya kalau ke anak-anak kan harusnya baik gitu. Jadi ya harusnya baik aja kalau buat aku ya," ujar Ruben Onsu.
Ia menegaskan bahwa kondisi ini bukan karena kehendaknya, melainkan akibat ulah netizen yang terus menerus ikut campur.
"Kalau buat aku harusnya baik aja gitu. Tapi kan ini kan netizen demen banget nih menyampaikan lidah dan ucapannya sehingga mereka tidak bertanggung jawab dengan apa yang lagi terjadi gitu," tegasnya.
Ruben Onsu pun tak bisa menyembunyikan rasa frustrasinya ketika berbicara soal anak kandungnya sendiri justru dianggap aneh oleh sebagian orang.
"Jadi kita ngomongin anak kita, kita dibilang aneh, lah lu gila. Iya iya kan lu gila. Kita mah anak kita, anak kita lah. Kalau yang gua mau kejar anak orang, baru gue gila lah. Anak kita, dia bilang, aduh ya Allah," ujar Ruben Onsu dengan nada kesal.
Di penghujung curhatannya, Ruben Onsu bahkan secara spontan menyindir para netizen yang mungkin ikut menonton tayangan tersebut.
"Makanya kalau kita ngikutin mereka mah sedeng. Iya nih, kita lagi tayangan ini nih. Entar lu upload nih di YouTube. Pokoknya kalau ada yang komen itu lu gila deh," tutup Ruben Onsu sambil tertawa getir.
Ruben Onsu menutup curhatannya dengan satu pesan yang tegas — urusan anak adalah urusan orang tua kandung, bukan konsumsi publik.