- TikTok @dedimulyadiofficial
Dedi Mulyadi Murka Lihat Trotoar Baru Rusak Akibat Proyek Galian, Kegiatan Disetop di Tempat: Saya Cabut Izinnya!
tvOnenews.com - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi murka setelah menemukan trotoar yang baru selesai ditata jadi rusak akibat pekerjaan proyek galian.
Momen itu dibagikan Dedi Mulyadi melalui akun TikTok pribadinya dan kembali viral di media sosial.
Dalam unggahan tersebut, KDM mempertanyakan mengapa fasilitas publik yang baru dibangun kembali rusak akibat pekerjaan yang dinilai tidak terkoordinasi.
- TikTok @dedimulyadiofficial
“Baru dibangun, kembali digali. Trotoar selalu menjadi korban pekerjaan yang berulang setiap tahun. Sampai kapan fasilitas publik harus menjadi korban pekerjaan yang tidak terkoordinasi?” tulis Dedi Mulyadi, dalam keterangan unggahannya.
Saat meninjau lokasi, KDM tampak berbicara langsung dengan para pekerja. Ia berusaha mencari tahu siapa pihak yang bertanggung jawab atas proyek tersebut, mulai dari mandor hingga kontraktornya.
"Ini kontraktornya siapa? Bapak kerja sama siapa? Mandornya siapa? Mana mandornya? Bapak kan kerja, mandornya siapa?" desak KDM.
Namun, jawaban yang diterimanya dianggap berbelit-belit sehingga membuatnya semakin kesal.
- TikTok @dedimulyadiofficial
"Bapak tau gak? Ini pekerjaan coba bapak lihat deh pak, gini gini, ini pekerjaan Pemprov pak, baru selesai kita nata-nata, rapih-rapih daerah sini, ayo coba, saya minta dihentikan dulu pekerjaannya, kontraktornya menghadap ke saya," tegas KDM.
Dedi kemudian meminta agar pekerjaan dihentikan sementara sampai ada kejelasan mengenai penanggung jawab proyek.
"Saya minta hentikan pekerjaannya, ini pekerjaan negara bukan? Pake APBD nggak? Pake duit gak? Bapak bisa memastikan kembali seperti semula?" tanya Dedi kepada pekerja galian.
Menurutnya, trotoar tersebut merupakan fasilitas milik pemerintah yang dibangun menggunakan anggaran negara.
- TikTok @dedimulyadiofficial
"Ini kan kalau nggak dibiarin terus sampai sana lagi, saya yang ngebersihin, saya yang ngotorin, mandornya nggak mikir, kontraktornya juga sama nggak mikir, kontraktornya siapa ini?" kata Dedi dengan nada tinggi.
Tak hanya menyoroti kondisi trotoar yang kotor akibat galian, Dedi juga menemukan persoalan lain terkait perlindungan tenaga kerja.
Saat berdialog dengan salah seorang pekerja, ia mengetahui para pekerja belum mendapatkan jaminan BPJS Ketenagakerjaan dari pihak kontraktor.
Padahal, menurut Dedi, setiap proyek pemerintah maupun badan usaha milik negara wajib memperhatikan aspek keselamatan dan perlindungan pekerja.