- Istimewa
Hercules Dituduh Lepaskan Tembakan, GRIB Jaya Tak Habis Pikir dengan Pernyataan Putri Ahmad Bahar: Saksinya Banyak
"Anak Ahmad Bahar ditanyakan secara langsung di ruang publik atau terbuka, disaksikan oleh banyak orang," ucapnya.
Respons soal Hercules Dilaporkan atas Dugaan Penyekapan
- Dokumentasi tvOnenews.com
Aksi membawa F berbuntut laporan polisi. Hercules dilaporkan atas dugaan penyekapan dan anggota ormas GRIB Jaya dilaporkan atas peristiwa penjemputan paksa.
Laporan polisi tersebut teregister dengan nomor STTLP/B/3678/V/2026/SPKT/POLDA METRO JAYA & Nomor STTLP/B/3679/V/2026/SPKT/POLDA METRO JAYA pada tanggal 22 Mei 2026.
Marselinus menyayangkan adanya laporan tersebut. Ia menyoroti laporan mengenai dugaan penyekapan sebagai upaya memutarbalikkan fakta dengan narasi penyanderaan atau penculikan.
"Bagaimana mungkin ada penyanderaan? Publik kan tahu betul siapa Pak Hercules," kata Marselinus kepada awak media, Jumat (22/5/2026).
Bagi dia, Hercules sebagai sosok humanis sehingga tidak mungkin tega melakukan penyekapan, khususnya kepada perempuan.
"Beliau itu figur yang sangat sosial, humanis, dan selama ini dikenal sangat dekat serta menyayangi anak-anak yatim piatu. Karakter beliau jauh sekali dari tuduhan keji seperti itu," bebernya.
Lanjut Marselinus, Hercules justru menasihati Ilma. Pimpinannya mengingatkan agar Ahmad Bahar bertanggung jawab atas perbuatan yang menyinggung lewat konten hingga mengancam lewat pesan misterius.
"Tindakan ini sudah keterlaluan karena menyerang ranah domestik dan merusak ketenangan keluarga orang lain. Jadi, janganlah mereka sekarang sengaja menggiring opini liar dan playing victim untuk mencari simpati publik," imbau dia.
Sebelumnya, F mendatangi kantor Komnas HAM dan Komnas Perempuan pada Kamis, 21 Mei 2026. Ia didampingi oleh tim hukum dari LBH APP Muhammadiyah, Gufroni.
F memberikan kesaksian yang menurutnya diduga telah mengalami tindakan di luar batas kemanusiaan. Ia menjelaskan mulanya rumahnya didatangi belasan orang mengaku anggota GRIB Jaya.
Kebetulan momen itu terjadi saat orang tuanya tidak ada di rumah. Hal ini membuat F dibawa paksa walaupun sebelumnya sempat menolak karena tidak ada urusan dengan GRIB Jaya.
F kemudian tiba di markas GRIB Jaya. Ia juga diminta menunggu sebelum membahas polemik tentang konten hingga pengancaman kepada orang di sekitar Hercules.