- YouTube/GubSherly
Tak Tega, Sherly Tjoanda Minta Datangkan Dokter untuk Cek Kesehatan Anak-anak Suku Togutil: Bawa ke Sini, Ya
tvOnenews.com - Beberapa waktu lalu, Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda menembus lebatnya hutan pedalaman Pulau Halmahera demi bertemu langsung dengan masyarakat adat Suku Togutil (Tobelo Dalam) yang selama ini hidup terisolasi dari gemerlap peradaban modern.
Kondisi kehidupan warga Suku Togutil di sana memang masih sangat memprihatinkan. Jauh dari kata layak, mayoritas dari mereka bertahan hidup di gubuk-gubuk rumbia sederhana tanpa aliran listrik.
Tantangan di lapangan kian pelik karena adanya tembok pembatas bahasa. Sebagian besar warga hanya memahami bahasa Tobelo dan tidak bisa berbahasa Indonesia.
Selain itu, akibat belum tersentuh sistem administrasi kependudukan (KTP), para orang tua di sana bahkan tidak mengetahui usia anak-anak mereka sendiri.
- Youtube Gub Sherly
Kesenjangan sosial ini kian benderang saat Gubernur Sherly berdialog dengan salah satu warga bernama Doko.
Naluri keibuannya langsung terusik saat melihat kondisi kesehatan anak-anak Suku Togutil yang menunjukkan gejala gizi buruk kronis atau stunting, terlihat dari postur tubuh yang kurus, tapi berperut buncit.
Melihat realitas pahit tersebut, Sherly langsung mengambil tindakan tegas dengan menginstruksikan tenaga kesehatan dan dokter setempat untuk rutin masuk ke pedalaman guna menyalurkan vitamin, susu, dan pelayanan medis.
Saat berkomunikasi dengan seorang anak kecil bernama Oagas dan ayahnya, Sherly menyampaikan keprihatinannya secara langsung:
"Dia ini stunting kayaknya. Nanti diperiksa, ya, kayaknya kurang gizi, deh," ujar Sherly, dikutip dari YouTube GubSherly pada Rabu (13/5/2026).
"Bawa ke dokter, ya, mau? Nanti bapak ikut bawa (anaknya) ke dokter, biar sehat," tambahnya kepada ayah Oagas.
"Dokternya ke sini, ya? Bawa dokter (ke wilayah Suku Togutil tinggal) agar diperiksa," tegasnya lagi.
- YouTube/GubSherly
Meski awalnya suasana sempat kaku dan canggung karena anak-anak Suku Togutil cenderung menutup diri dari orang asing, Sherly punya cara jitu untuk mencairkan suasana. Ia mencoba mendekati mereka lewat kosakata lokal yang sempat dipelajarinya.
Dengan senyuman hangat, ia mengulurkan tangan kepada seorang anak perempuan.
"Ino (sini)," ucap Sherly ramah dalam bahasa Tobelo.
Suasana pun berubah menjadi penuh tawa dan kehangatan saat pandangan sang Gubernur tertuju pada seorang bayi perempuan cantik yang berada di dalam gendongan ibunya.