- YouTube KANG DEDI MULYADI CHANNEL
Dedi Mulyadi Sampai Pejamkan Mata, Pengacara Toni Sebut Bayi Keluarga Haji Sahroni Dilelepin di Kamar Mandi
Eis yang kemudian berteriak langsung dipukuli Yoga hingga tewas. Anak yang lebih besar terbangun dan menangis, sehingga ia pun dipukuli.
"Dihantem lagi, Eis. Setelah dihantem, kemudian anaknya ini bangun nangis, yang Ratu dihantem lagi. Nah, kemudian yang bayi itu diambil sama Priyo," ucap pengacara Toni.
Bayi yang selamat sempat digendong Priyo sebelum diserahkan kepada Aman Yani. Aman Yani kemudian memerintahkan Priyo mengambilkan botol susu untuk menenangkan si bayi.
"Diambil sama Priyo, kemudian Priyo dikasih ke Aman Yani. Beliau suruh ngambilin botol susu yang tersisa, ya itu mau disusuin," ujar pengacara Toni.
Priyo mencoba menambahkan sedikit air ke dalam botol susu tersebut dan kembali memberikannya kepada bayi itu.
"Terus tinggal sedikit, 'Saya tambahin aja air.' Katanya setelah, 'Saya tambahin air, bayi dikasihin lagi sama Aman Yani ke saya susuin'," lanjut pengacara Toni.
Namun bayi itu tetap menangis. Yoga yang merasa terganggu akhirnya mengambil bayi tersebut dari tangan Priyo.
"Tapi masih nangis terus. Yoga ngomong, 'Kamu bisa enggak sih diemin bayi?' Diambil lagi sama si Yoga bayi itu, dibawa ke kamar mandi, dilelepin oleh Yoga," ungkap pengacara Toni.
Di sinilah Dedi Mulyadi sampai memejamkan mata. Ia bahkan memotong untuk memastikan detail yang ia dengar.
"Apanya dulu yang dilelepin? Dijengking kah? Saya bilang kan, atau kaki, kaki dulu Pak, dilelepin oleh Yoga," jawab pengacara Toni.
Pengacara Toni kemudian memastikan kepada Priyo apakah ia menyaksikan langsung kejadian itu, dan Priyo mengaku melihatnya sendiri.
Setelah seluruh korban tewas, Priyo diperintahkan mengumpulkan semua jenazah menggunakan terpal.
"Setelah itu, saya disuruh semua ini narikin jenazah yang dari depan digotong pakai terpal dibawa ke tempat mesin cuci, yang dari kamar Sahroni dibawa mesin cuci, yang dari kamar Eis, dua Eis sama Ratu dibawa, termasuk yang di kamar mandi si Bela, bayi," tutur pengacara Toni..
"Sudah sampai di situ, kemudian Aman Yani. Priyo melihat Aman Yani masuk ke kamarnya Eis ya. Kemudian mereka berkumpul nih bertiga, Hadi, Yoga, Priyo di ruang tamu," pungkas pengacara Toni.