- dok.kolase tvonenews.com/ instagram Dedi Mulyadi
Pecah Tangis Ibu PKL saat Didatangi Dedi Mulyadi, KDM Beri Kompensasi yang Menyejukkan Hati
Jakarta, tvOnenews.com- Gubernur Dedi Mulyadi belum lama ini menemui ibu-ibu PKL di kawasan Ciloto, Puncak, Cianjur. Momennya menarik perhatian publik di media sosial.
Dalam video yang diunggah oleh Dedi Mulyadi diinstagramnya, ada seorang ibu dari salah satu PKL (pedagang kaki lima) menangis saat bertemu KDM.
Pecah tangisnya, karena bukan sedih dibongkar oleh Kang Dedi Mulyadi. Melainkan karena mengetahui tawaran berupa kompensasi yang ditawarkan menyejukkan hati.
- YouTube KANG DEDI MULYADI CHANNEL
Dengan tegas KDM sampaikan kalau dirinya memberikan kompensasi yang baik. Dia melakukan pendekatan secara manusiawi.
"Menangis bukan karena digusur, tapi karena haru atas penggantian gusuran. Sentuhan kemanusiaan adalah cara menyelesaikan persoalan," tegas KDM, dikutip dari Instagram pribadinya, Kamis (28/5).
Dslam penjelasannya, Gubernur Jabar itu memberikan sebuah kompensasi uang tunai dan juga tempat tinggal yang bisa buat jualam juga.
Seperti diketahui, aksi sat set KDM tersebut juga ditemani Bupati Cianjur Mohammad Wahyu Ferdian untuk penertiban sekitar 40 kios dan lapak PKL di kawasan Ciloto, Puncak, Cianjur.
- dok.kolase tvonenews.com/ instagram Dedi Mulyadi
"saya panggil bupatinya ke sini, cariin tanah buat ibu ini di kampung, ya 60 meterlah, enggak apa-apa untuk satu rumah, nanti kita bangunkan rumah. Kalau dia mau jualan warung, rumahnya ada warungnya gitu mau ya ibunya," kata Dedi kepada Bupati Cianjur.
Sebelumnya, KDM juga membongkar pedagang di Ciracas dan menemui titik terang melalui pendekatan dialogis dan humanis yang diinisiasi oleh Gubernur Jawa Barat, Kang Dedi Mulyadi.
Seperti pada umumnya, dalam penertiban PKL seringkali ricuh. Namun bersama Dedi Mulyadi situasinya berbeda.
Gubernur Jabar tersebut melakukan pendekatan dengan humanis. Dirangkum dari tayangan YouTubenya Dedi Mulyadi Channel dan Jabarprov, kalau ia punya 3 cara jitu melunakkan PKL.
Ternyata dia menawarkan solusi nyata pertama jaminan lapangan pekerjaan baru bagi para pedagang yang terdampak pembongkaran lapak.
"Langkah ini diambil agar Kota Bandung menjadi lebih bersih dan rapi, sementara di sisi lain rakyat kecil tetap memiliki pekerjaan dengan penghasilan yang jauh lebih baik dan pasti demi mengatasi kemiskinan," katanya.
Pemerintah harus mengefisiensikan anggaran untuk dialokasikan langsung pada pekerjaan riil yang menyentuh masyarakat,” pesan Kang Dedi Mulyadi yang disapa KDM itu.
Kedua menawarkan program alih profesi kepada para pedagang, seperti menjadi petugas kebersihan kota di bawah pengelolaan pemeliharaan fasilitas jalan provinsi.
Menurutnya dengan program ini, para mantan pedagang bisa dapat kepastian penghasilan harian yang disesuaikan dengan standar upah minimum kota (UMK).
Kemudian ketiga, pada masa transisi sebelum mereka resmi mulai bekerja sebagai petugas kebersihan.(klw)