Hot news hari ini, mulai dari polemik penertiban PKL Cicadas, reaksi wargi Bandung usai trotoar Cicadas dibersihkan, hingga strategi negosiasi unik ala Sun Tzu
Sebelum melakukan penertiban PKL Cicadas, Dedi Mulyadi, Gubernur Jawa Barat itu memilih pendekatan berbeda saat menghadapi penolakan para pedagang. Pakai teknik
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi atau KDM merespons kemarahan PKL Cicadas usai penertiban trotoar di Bandung. Video pembersihan kawasan itu viral dan memicu beragam komentar warga
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menghadapi protes dari para PKL Cicadas, Jalan Ahmad Yani, Bandung, yang lapaknya dibongkar. Mereka menuntut kompensasi hingga miliaran rupiah
Baru-baru ini Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi melakukan penertiban pedagang kaki lima di Trotoar. Tidak disangka menuai kritikan, ia pun merespons tegas
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menjelaskan adanya langkah persuasif dan humanis dilakukan olehnya bersama Pemprov dan Pemda dalam melakukan penertiban PKL
Dedi Mulyadi. Gubernur Jawa Barat yang akrab disapa KDM itu memilih turun langsung berdialog dengan para pedagang dan menawarkan solusi yang dinilai lebih manusiawi.Â
Dedi Mulyadi menegur keras pedagang kaki lima saat bersih-bersih Bandung. Gubernur Jawa Barat tersebut sampai bilang, âudah melanggar, marah-marahâ. (23/4/2026)
Federasi Sepak Bola Belanda (KNVB) resmi menunjuk Xavi Hernandez sebagai pelatih baru Timnas Belanda. Sang mantan pelatih Barcelona mengambil alih tugas Ronald Koeman.
Polemik mengenai ijazah SMA/sederajat Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka kembali menjadi perhatian setelah muncul sayembara berhadiah Rp100 juta yang digagas Denny Indrayana.
Perseteruan Ruben Onsu dan Sarwendah kembali memanas. Kali ini, pihak Ruben meminta dilakukan audit terhadap uang nafkah anak yang selama ini disalurkan ke Sarwendah.
Gadis baju putih bukan yang pertama, pria bertopi ini ternyata yang memulai sayembara hafalan ayat Al-Qur'an dengan sebotol miras yang diawali surat Al-Ikhlas.
Uang yang dikembalikan Raja Juli ke KPK ternyata kurang 2.000 dolar Singapura. Padahal, pemberian amplop dari Suhardiman kepada Menhut sebesar 14.000 Dolar Singapura.
Polda Metro Jaya bersama tim gabungan dokter forensik selesai melakukan ekshumasi terhadap jenazah Sutrimo di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, pada Rabu (12/8), guna mengungkap penyebab kematian almarhum.