news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Dedi Mulyadi danRemaja Penjual Rempeyek.
Sumber :
  • YouTube KANG DEDI MULYADI CHANNEL

Dedi Mulyadi Sebut Akan Datangi Ayah Remaja Penjual Rempeyek di Purwakarta: Jangan Kabur 

Dedi Mulyadi ungkap niat datangi ayah remaja penjual rempeyek di Purwakarta. Gubernur Jawa Barat itu tegaskan setiap ayah wajib nafkahi anaknya, jangan kabur.
Minggu, 31 Mei 2026 - 09:41 WIB
Reporter:
Editor :

tvOnenews.com - Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, kembali mencuri perhatian publik lewat aksi nyata yang menyentuh hati. Kali ini bukan soal kebijakan atau program besar, melainkan sebuah pertemuan sederhana di pinggir jalan kawasan Sukajadi, Bandung, bersama seorang remaja penjual rempeyek yang berjuang menghidupi dirinya sendiri setelah ditinggal sang ayah.

Yang membuat momen ini semakin berkesan, Dedi Mulyadi tidak hanya memborong dagangan dan menjanjikan bantuan tabungan. Ia bahkan mengungkapkan niatnya untuk langsung mendatangi ayah remaja tersebut di Purwakarta guna meminta pertanggungjawaban atas kewajiban nafkah yang selama ini terabaikan.

Pertemuan Mengharukan Dedi Mulyadi di Sukajadi


Dedi Mulyadi danRemaja Penjual Rempeyek. (Sumber: YouTube KANG DEDI MULYADI CHANNEL)

Dedi Mulyadi awalnya datang ke kawasan Sukajadi untuk meninjau penataan lingkungan di area depan Pusat Pengembangan Jasa (PPJ) yang dinilai kurang terawat. Di tengah kesibukannya memberikan arahan soal penataan trotoar dan perapian kawasan, matanya tertuju pada seorang remaja yang tengah menjajakan rempeyek sepulang sekolah.

Remaja kelas 6 SD itu ternyata berjualan setiap hari sepulang sekolah, menjajakan rempeyek milik saudaranya, Pak Yayan, dengan keuntungan Rp2.000 per bungkus. Sehari ia bisa menjual 15 hingga 20 bungkus. Seluruh hasil dagangannya ia tabung ke rekening sang ibu, begitu pula dengan uang jajannya yang hanya Rp5.000 hingga Rp10.000 per hari.

Kegigihan itulah yang membuat Dedi Mulyadi terpukau. Tabungan sang remaja saat itu sudah mencapai Rp1,5 juta, hasil kerja kerasnya sendiri tanpa jajan di sekolah dan mengandalkan program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk makan siang.

Dedi Mulyadi Janjikan Tambahan Tabungan Rp5 Juta

Terpukau oleh semangat dan kedisiplinan sang remaja, Dedi Mulyadi langsung memberikan apresiasi dan berjanji menambah tabungannya sebesar Rp5 juta. Namun Dedi Mulyadi menetapkan satu syarat agar bantuan tersebut benar-benar tepat sasaran.

"Nah, nanti Mamanya dikasih nomor telepon ajudan Pak Dedi, suruh nge-WA ya. Suruh nge-WA. Nanti Pak Dedi mau ngasih 5 juta buat tabungan. Tapi Mama ketemu sama saya. Nanti lihat buku tabungannya, sekaligus mau nanyain bapak kamu di Purwakarta siapa, mau aku datangin," ucap Dedi Mulyadi.

Ia juga menegaskan pentingnya memverifikasi tabungan sebelum memberikan bantuan agar uang yang diberikan benar-benar bermanfaat dan tidak salah sasaran.

"Tapi harus lihat dulu buku tabungannya. Soalnya kan kalau Pak Dedi belum tahu buku tabungannya, main kasih uang nanti uangnya tidak bermanfaat dengan baik," kata Dedi Mulyadi.

Tegas Soal Tanggung Jawab Ayah

Bagian yang paling menyita perhatian publik adalah ketegasan Dedi Mulyadi soal tanggung jawab sang ayah. Setelah mengetahui bahwa remaja itu telah ditinggal ayahnya selama lebih dari dua tahun tanpa nafkah, Dedi Mulyadi tidak bisa menahan diri untuk tidak bersikap.

"Laki-laki menghamili perempuan, punya anak, harus bertanggung jawab. Ulah cos leos," tegas Dedi Mulyadi.

Ungkapan ulah cos leos dalam bahasa Sunda berarti jangan langsung pergi begitu saja atau jangan kabur saat menghadapi tanggung jawab. Warga sekitar yang menyaksikan momen tersebut langsung menyetujui pernyataan Dedi Mulyadi dengan penuh semangat.

Dedi Mulyadi kemudian mempertegas sikapnya bahwa tanggung jawab atas seorang anak sepenuhnya ada di pundak orang tuanya, bukan pihak lain, termasuk dirinya sebagai gubernur sekalipun.

"Bapak kamu itu harus ngasih nafkah karena yang bikin anak adalah bapaknya. Kalau yang bikin anak bapaknya, yang tanggung jawab bapaknya. Jangan yang tanggung jawab gubernur," ucap Dedi Mulyadi.

Pernyataan itu bukan sekadar retorika. Dedi Mulyadi secara serius menyatakan niatnya untuk mencari keberadaan sang ayah di Purwakarta dan mendatanginya langsung guna memastikan kewajiban nafkah terhadap anaknya segera dipenuhi.

Dedi Mulyadi Borong Dagangan

Sebagai bentuk apresiasi langsung, Dedi Mulyadi memberikan uang Rp200.000 untuk memborong seluruh dagangan rempeyek sang remaja. Sebelum berpisah, keduanya sempat berbincang ringan soal lokasi Gedung Sate dan kondisi fasilitas di sekitarnya yang sedang dalam perbaikan.

Dedi Mulyadi menutup pertemuan itu dengan kalimat yang membesarkan hati sang remaja.

"Kamu tuh hebat, sudah jualan, bekal ditabungin. Mantap. Sekarang enggak sedih lagi, enggak?" tanya Dedi Mulyadi.

"Enggak," jawab sang remaja dengan senyum.

Dedi Mulyadi kemudian meminta remaja itu untuk segera pulang.

Momen di pinggir jalan Sukajadi ini kembali memperlihatkan gaya kepemimpinan Dedi Mulyadi yang tidak hanya duduk di balik meja kebijakan. Ia hadir langsung di lapangan, peka terhadap hal-hal kecil yang luput dari perhatian banyak orang, dan berani mengambil sikap tegas ketika menemukan ketidakadilan sekecil apa pun.

Bagi Dedi Mulyadi, kepedulian sejati bukan hanya soal memberi uang atau bantuan sesaat. Lebih dari itu, ia ingin memastikan setiap anak mendapatkan hak penuh dari orang tuanya, dan tidak ada seorang ayah pun yang boleh lari dari tanggung jawab terhadap buah hatinya sendiri.

(anf)

 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

07:15
01:03
09:09
05:21
07:09
01:51

Viral