- TikTok @ farratna
Kisah Haru Bocah Pendamping Timnas Indonesia yang Menangis Saat Nyanyikan Indonesia Raya, Terbang Sendiri dari Manado
Kisah perjuangan Syailendra langsung mendapat respons positif dari berbagai kalangan.
Banyak warganet mengaku ikut menangis dan merasakan kebahagiaan bocah asal Manado tersebut.
"lucu banget bocil2 yg jadi pendamping pemain Timnas.. Ada yg nangis terharu pas nyanyi Indonesia Raya.. Huhuhuhu.. Dia pasti terharu karena bisa sampe di situ mengumandangkan Indonesia Raya. Next nanti kamu pasti bisa jadi pemain Timnas adeeekkk! Bisa nyanyi Indonesia Raya lagi," tulis salah satu pengguna media sosial.
Komentar lain juga memuji dukungan keluarga yang telah membantu mewujudkan impian Syailendra.
"Huwaaa.. Ternyata adek iniii.. Dia pergi dari Manado sendirian. Udah seleksi beberapa kali buat jadi pendamping pemain Timnas dan akhirnya dalam kesempatan terakhirnya dia berhasil dipanggil. Huwaaa.. Semoga nanti kamu yg berdiri di sana sebagai pemain Timnas yaaaaa Adek Nyonyo..," tulis warganet lainnya.
Sementara akun lain menyoroti suasana emosional yang tercipta saat Indonesia Raya dinyanyikan sebelum pertandingan.
"Yang nonton di rumah aja haru, apalagi yang hadir di GBK. Kelak bisa main di Timnas ya mbak anaknya," tulis seorang netizen.
Player escort merupakan program resmi yang umum digunakan dalam pertandingan sepak bola internasional maupun kompetisi profesional.
Anak-anak yang terpilih akan berjalan bersama para pemain saat memasuki lapangan sebelum pertandingan dimulai.
Program ini merupakan bagian dari kampanye fair play FIFA yang bertujuan menanamkan nilai sportivitas, rasa hormat, persahabatan, dan kecintaan terhadap sepak bola sejak usia dini.
Selain menjadi pengalaman yang tak terlupakan, program tersebut juga sering menjadi inspirasi bagi anak-anak untuk terus mengejar mimpi mereka di dunia sepak bola.
Bagi Syailendra Ahmad Budiyanto, momen berdiri di samping Nathan Tjoe-A-On mungkin hanya berlangsung beberapa menit.
Namun perjalanan panjang dari Manado, perjuangan mengikuti seleksi sejak 2024, hingga air mata yang jatuh saat Indonesia Raya berkumandang membuat kisahnya menjadi salah satu cerita paling menyentuh dalam kemenangan Timnas Indonesia atas Oman.
(tsy)