- Instagram/hiburanlayarsentuh | Instagram/sarwendah29
Pakar Ekspresi Sebut Video Minta Maaf Sarwendah Hanya Drama Teatrikal: Dia Menunjukkan Citra ke Penggemar Lebih Penting
tvOnenews.com - Video kemarahan Sarwendah yang sempat viral di berbagai platform media sosial akhirnya berbuntut pada sebuah aksi klarifikasi dan permohonan maaf dari sang artis.
Namun, alih-alih meredakan suasana secara total, video pernyataan tersebut justru memantik perhatian seorang pakar ekspresi untuk membedah ketulusan di balik ucapan serta gerak-gerik mantan personel Cherrybelle itu.
Melalui analisis yang dilakukan oleh pakar mikro ekspresi, Kirdi Putra, yang videonya diunggah di kanal YouTube Reyben Entertainment, ia secara blak-blakan menilai bahwa permohonan maaf yang disampaikan oleh Sarwendah sama sekali tidak didasari oleh ketulusan yang murni dari dalam hati.
- Instagram/sarwendah29
Menurut pandangan pakar ekspresi tersebut, terdapat penanda verbal maupun nonverbal yang cukup kompleks dalam video klarifikasi Sarwendah.
Ketika menganalisis dari sisi verbal atau ucapan yang keluar dari mulut, pakar menegaskan bahwa sebuah permintaan maaf yang tulus harus memenuhi tiga syarat utama.
Pertama, pelaku harus menyebutkan dengan jelas siapa yang meminta maaf, dan syarat ini berhasil dipenuhi dengan baik oleh Sarwendah. Namun, ia dinilai gagal memenuhi dua syarat krusial berikutnya.
Syarat kedua adalah menyebutkan secara spesifik kepada siapa permohonan maaf itu ditujukan. Sarwendah sama sekali tidak menyebutkan sosok atau pihak yang menjadi target sindiran kasarnya, melainkan melayangkan maaf secara umum kepada masyarakat luas, keluarga besar, anak-anak, serta para penggemarnya.
Syarat ketiga yang juga diabaikan adalah menjelaskan penyebab spesifik mengapa ia harus meminta maaf.
- YouTube/Reyben Entertainment
Sarwendah hanya mengakui bahwa kata-katanya kurang baik dan tidak disampaikan dengan rendah hati, tanpa mau menceritakan akar permasalahannya secara jujur dan langsung pada intinya.
Seseorang yang tulus biasanya sudah selesai dengan egonya, serta mengakui rasa malu atau takutnya, tetapi hal itu tidak terlihat pada diri Sarwendah.
"Kalau kita bicara tentang apa yang dilakukan oleh Sarwendah, Sarwendah tidak cerita, tidak ngomong, tidak mengucapkan kenapa dia minta maaf," ujar Kirdi, dikutip dari YouTube Reyben Entertainment pada Sabtu (6/6/2026).
"Misalnya, (minta maaf) karena saya telah menyindir mengatakan dua ratus juta itu beberapa kali live doang. Terus kemudian mengatakan kata-kata makian, misalnya."
"Nah, dia gak ngomong (alasan minta maafnya karena apa) ... Orang yang bener-bener mengucapkan, menyampaikan 'saya minta maaf ke si A, karena ini (alasannya)' secara spesifik, itu adalah orang yang sudah menurunkan egonya untuk dia minta maaf, dia malu, dia sedih, dia takut, tapi Wendah tidak melakukan itu," jelas Kirdi.
- YouTube TRANS TV Official
Pakar ekspresi itu bahkan mengategorikan video klarifikasi tersebut sebagai sebuah pertunjukan drama teatrikal semata.
Hal ini diperkuat oleh pola kata-kata di mana Sarwendah berulang kali menyebut kata "penggemar" hingga lebih dari satu kali, sementara kata keluarga atau masyarakat hanya diucapkan sekali.
Fokus yang berlebihan pada penggemar ini secara tidak sadar membongkar fakta bahwa hal terpenting bagi Sarwendah adalah menyelamatkan citra pribadinya, bukan karena penyesalan yang mendalam.
"Kalau kita mau bicara apakah kemudian dia beneran minta maaf atau tidak, saya akan bilang tidak."
"Ini (video permintaan maaf Sarwendah) adalah sebuah pertunjukan, sebuah drama teatrikal."
"Dia bicara soal penggemar itu sampai lebih dari satu kali, lho. Sementara bahkan mengucap keluarganya pada masyarakat segala macam itu cuman ya satu satu kali, misalnya."
"Dia menampilkan bahwa sebetulnya yang paling penting di sini adalah penggemarnya."
"Ini dia sedang secara verbal dia ingin menunjukkan, tanpa dia sadari, bahwa sebetulnya citra dia di mata penggemarnya itu lebih penting daripada permintaan maaf itu sendiri," jelas Kirid. (ism)