- YouTube Damai Indonesiaku tvOne
Ungkapan Mengejutkan Ruben Onsu Mengaku Pernah Diteror Sihir, Dikirim Kepala Babi hingga Kucuran Darah
Jakarta, tvOnenews.com - Cerita presenter ternama Ruben Onsu pernah diteror sihir kembali viral. Pengakuannya mencuri perhatian di tengah konflik panas dengan mantan istrinya, Sarwendah.
Dalam video yang beredar, Ruben Onsu berbincang dengan Ustaz Muhammad Faizar pada empat bulan lalu. Di momen itu, mantan suami Sarwendah menceritakan pengalaman mistis di kehidupannya.
Ruben Onsu mengungkapkan berbagai misteri dialami olehnya. Ia mengaku dikirim teror berbentuk bungkusan kepala babi di sejumlah tempat usahanya.
Ruben kembali memberikan pengakuan mengejutkan. Ia menyebut bahwa sekitar 170 tempat usaha dan bisnisnya pernah dikirim teror berupa kucuran darah.
"Banyak kejadian-kejadian. Segala ada bungkusan kepala babi, terus kucuran darah di depan toko, sama bunga," kata Ruben Onsu dikutip tvOnenews.com dari channel YouTube Muhammad Faizar, Sabtu (6/6/2026).
Presenter berusia 42 tahun ini menuturkan, kepala babi yang dikirim ke tempat usahanya tidak hanya satu. Sering kali kepala hewan tersebut dibungkus menggunakan kain kafan.
Ia menambahkan, kepala babi yang dibalut dengan kain kafan tersebut disimpan dalam kresek hitam dan ditaruh di beberapa tempat usahanya.
"Dalamnya juga ada bunganya, tapi saya menganggap si babi makan bunga, mati nih," terangnya.
Reaksi Ruben Onsu sejak Dikirim Teror Kepala Babi
- Tangkapan layar YouTube Muhammad Faizar
Ruben pun mengungkapkan reaksinya. Ia mengaku tetap santai dan lebih pilih cuek mengenai adanya aksi mengirim teror di tempat usahanya.
Ia mengatakan, dirinya memang sering mengalami hal-hal aneh dalam hidupnya. Ia menyatakan aksi pengiriman kepala babi dianggap biasa baginya.
Lebih lanjut, Ia menceritakan bahwa dirinya juga kerap melihat darah yang tercucur di tempat usahanya. Akan tetapi, ia menganggap hal ini hanya sebatas lelucon.
Menurutnya, keputusan untuk menghibur diri sendiri bentuk bagian dari afirmasi. Tujuannya tidak menimbulkan spekulasi atau pandangan negatif untuk orang yang mengirim hal tersebut.
"Kita menanggapinya saat itu 'siapa ini bidadari cantik-cantik mandi bunga di sini?'," tuturnya sambil berkelakar.
Ia selaku bos tentu harus bersikap bijak menanggapi berbagai fenomena aneh tersebut. Baginya, cara ini untuk menghindari ketakutan dari seluruh para pegawainya.
"Itu salah satu menyikapi bagaimana kita terhadap orang yang bekerja sebenarnya. Jadi, memang tujuannya dia mau menghancurkan," tegasnya.
Dampak Aksi Kiriman Teror di Tempat Usahanya
Akan tetapi, ia tidak membantah kiriman teror kepala babi hingga kucuran darah memiliki dampak secara signifikan, terutama terhadap tempat usahanya.
Ruben mengungkapkan ada banyak pelanggan setia yang selalu meramaikan tempat usahanya. Sejak ada fenomena tersebut, pendapatan bisnisnya mengalami penurunan.
"Iya ada, datangnya kayak kelewat terus gitu, kadang-kadangkemarin usaha aku itu kan ada yang franschise, mereka cerita ke kita 'ini usaha sebelah tahu yang ngerjain'," jelasnya.
Ruben pun kembali mengambil sikap bijaksana. Ia tidak marah saat tempat usahanya sepi dan memilih berpikir positif karena percaya setiap orang dihantam cobaan bertubi-tubi di kehidupannya.
Menurut Ruben, setiap orang pasti bertemu orang jahat, bahkan ada yang tidak suka kepada mereka. Ia berpendapat pengaruhnya bisa membuat mereka stres apabila meladeni serangan tersebut.
"Kita mengambil pikiran positif itu susah lho, kita yang mempunyai cerita kayak begini, tapi kita harus menaklukkan cerita di luar sana atau cerita kenyataan yang lain, itu enggak gampang," paparnya.
Lanjut, Ruben yang mengalami fenomena aneh hanya memilih ikhlas. Ia selalu mengupayakan bagaimana caranya bersyukur agar selalu ada di dalam dirinya.
Kata dia, keikhlasan dan rasa syukur yang ditanam memiliki pengaruh yang dahsyat. Satu per satu serangan teror menyerang bisnisnya mulai menghilang.
"Ya sudahlah, akhirnya gara-gara udah sama pasrah juga, semakin dia rontokin tuh serangannya," katanya.
Menurutnya, rasa syukur sangat berkaitan dengan rezeki. Keberkahan setiap orang telah memiliki porsinya masing-masing yang diatur oleh Sang Pencipta.
"Ternyata tetap harus ada ikhtiar, saya baru paham setelah saya Muslim," tambahnya.
Ruben Onsu Kena Serangan Sihir
Ruben kembali melanjutkan ceritanya kepada Ustaz Muhammad Faizar. Ia mengaku tempat usahanya terjadi serangan sihir secara fisik.
Ruben mengaku sebelum mualaf belum mempercayai sihir. Ketika belum memeluk agama Islam, ia merasa heran dengan penyakit fisiknya sehingga mengarahkan dirinya bertanya kepada 10 orang pintar.
"Tujuh di antaranya jawabannya sama, tiga ini enggak. Tapi kan saya enggak tahu, belum tentu tiga ini salah. Jadi, saya tetap menjaga elingnya saya untuk enggak terpengaruh," bebernya.
Ruben pun memilih pengecekan secara medis untuk mengetahui penyakitnya. Berdasarkan beberapa keterangan dokter, ada yang mengatakan penyakitnya terekam secara fisik namun tidak diketahui penyebab pastinya.
Ruben memilih afirmasi dengan cara berpikir positif untuk menghindari stres. Ia berusaha mungkin untuk bahagia demi agar tidak kepikiran penyakit non-fisiknya.
Ustaz Muhammad Faizar langsung merespons cerita dilontarkan Ruben. Ia telah mempelajari ciri-ciri orang terkena sihir akan selalu sakit di bagian pinggang dan kepalanya.
Ruben Onsu terkejut mendengar penjelasan Ustaz Faizar. Ia mengaku sering mengalami sakit di bagian pinggang dan kepalanya.
"Itu sakit banget, tapi lewat Maghrib ke atas. Kalau pagi hari normal aja kayak kegiatan-kegiatan biasanya. Jadi, kalau di malam hari, waktu Maghrib itu sudah mulai muncul rasa-rasa di badan sakit banget sampai gelisah, tapi enggak tahu apa yang dipikirkan," ucap Ruben.
Ruben juga menceritakan kondisi matanya. Ia merasa aneh penglihatannya selalu buram ketika menyetir mobil. Ia mengatakan, situasi seperti ini masih terjadi hingga sekarang.
"Saya pasti menghilangkannya dengan langsung wudhu sama shalat," katanya.
(hap)