- YouTube The Onsu Family
Bukan Tidak Sopan, Psikolog Ungkap Alasan Mengejutkan di Balik Sikap Putri Ruben Onsu saat Live
"Jadi, ini sedang meminta bantuan, crying for help. Minta bantuan sungguh-sungguh untuk menyetop hal ini supaya tidak lagi dibesar-besarkan, atau mungkin ya mereda, karena tadi bentuk kelelahan secara mental dari anak sebagai korban," lanjutnya.
Sani menegaskan bahwa respons semacam itu adalah hal yang sangat manusiawi dan tidak seharusnya disalahartikan.
"Crying for help itu bisa muncul ketika seorang anak merasakan beban psikologis yang berat, tidak sanggup lagi menerima komentar-komentar negatif, dan oleh karena itu makanya dia minta bantuan kepada semua orang untuk paling tidak mereda," papar Sani.
"Ini wajar terjadi pada siapapun, apalagi di posisi seorang anak, apalagi anak ini memasuki fase remaja yang mana sudah cukup juga mengalami perubahan-perubahan secara hormon, mental, psikologis, fisik. Dan menurut saya ini suatu bentuk sikap atau keputusan yang sangat wajar ketika anak memang minta bantuan untuk membantunya," tambahnya.
Di sisi lain, Sani juga menyoroti situasi yang dialami Ruben Onsu terkait hambatan dalam bertemu anak-anaknya.
Melalui kuasa hukumnya, Minola Sebayang, diungkapkan bahwa akses Ruben untuk bertemu anak sesuai kesepakatan dua hingga tiga hari seminggu kerap terhambat oleh pihak Sarwendah dengan alasan kesibukan.
Pihak Ruben bahkan mulai mempertimbangkan upaya hukum untuk mendapatkan hak asuh penuh jika situasi ini terus berlanjut.
Sani dengan tegas menyarankan agar hak anak untuk bertemu dengan kedua orang tuanya pasca-perceraian tetap dipenuhi tanpa hambatan.
"Memang saya sih sarankan anak pasca perceraian orang tua tetap bertemu dengan orang tuanya karena kan tidak bisa tergantikan posisi orang tua kandung ya, baik ibu maupun bapak. Tapi terkadang konflik antara orang tua mereka bisa membuat akhirnya terhambatnya pertemuan anak dengan salah satu orang tua ya kan. Dan ini yang saya sesali dan saya prihatin karena jangan sampai anak tuh jadi korban lagi. Sudah korban perceraian, korban pula terhambat interaksi yang baik antar kedua orang tua mereka tadi," ucap Sani.
Sani pun mengingatkan bahwa menghambat pertemuan anak dengan orang tuanya bisa berdampak sangat buruk dalam jangka panjang.