news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Mantan manajer Sarwendah, Nanda Persada dan Sarwendah.
Sumber :
  • Kolase tvOnenews.com / Instagram @nandapersada @sarwendah29

Perbedaan Nasib Sarwendah dan Ruben Onsu Disorot Mantan Manajernya, Singgung Pentingnya Permintaan Maaf Tulus

Mantan manajer Sarwendah, Nanda Persada, soroti perbedaan nasib Sarwendah dan Ruben Onsu serta tekankan pentingnya permintaan maaf tulus dari Sarwendah ke Ruben
Minggu, 14 Juni 2026 - 07:59 WIB
Reporter:
Editor :

tvOnenews.com - Nasib Sarwendah belakangan ini menjadi perbincangan hangat di media sosial. Kondisi Sarwendah pasca perceraiannya dengan Ruben Onsu mendapat tanggapan dari mantan manajernya, Nanda Persada. Ia menyoroti perubahan sikap Sarwendah serta perbandingan nasib Sarwendah dengan Ruben Onsu yang kini justru sedang naik daun.

Mantan manajer Sarwendah ini sebelumnya juga pernah diundang dalam acara Pagi Pagi Ambyar untuk memberikan pandangannya tentang polemik Sarwendah dan Ruben Onsu yang semakin meluas. 

Baru-baru ini, ia kembali didatangi sejumlah awak media untuk memberikan keterangan seputar pengalaman dan pendapatnya, termasuk membahas fenomena cancel culture di dunia hiburan Indonesia dengan menyoroti kasus yang menimpa Sarwendah.


Mantan manajer Sarwendah, Nanda Persada. (Sumber: YouTube SelebTubeTV)

Dalam perbincangan tersebut, Nanda Persada menjelaskan betapa beratnya dampak cancel culture bagi seorang figur publik. Menurutnya, netizen dengan cepat menghakimi, yang berujung pada hilangnya kontrak kerja dan dukungan dari berbagai brand.

Saat ditanya awak media mengenai kondisi Sarwendah yang sudah lama tidak melakukan live streaming akibat seruan boikot hingga pemutusan kontrak dari brand, Nanda Persada mengaku merasa sedih.

"Aku sedih sih ngeliat Wenda kayak gini ya, dengan segala kekurangan dan kelebihan dia. Kalau sampai dia enggak bisa kerja lagi, ya nge-live dan bisnisnya enggak jalan, ya kasihan bagaimanapun gitu," ucap mantan manajer Sarwendah dalam tayangan YouTube SelebTubeTV (13/6/2026).

Ia pun menekankan bahwa setiap orang berhak mendapatkan kesempatan untuk memperbaiki diri, kecuali untuk kasus-kasus yang sangat fatal.

"Setiap orang pasti kan punya kesalahan dan khilaf atau apapun itu. Ketika dia memperbaiki diri lebih baik, mestinya dikasih kesempatan, ya, kecuali hal-hal yang fatal, misalnya tindak pidana, misalnya apa, hal-hal yang sangat fatal gitu. Nah, kalau ini aku sih berharap bisa pulih lagi sih dan banyak mengambil pelajaran dari ini sih gitu," lanjut mantan manajer Sarwendah.

Awak media kemudian menyinggung perbedaan nasib Sarwendah dengan Ruben Onsu yang justru sedang berada di puncak popularitasnya saat ini, sebuah kontras yang cukup mencolok dibandingkan situasi yang dialami Sarwendah.

Menanggapi hal tersebut, Nanda Persada menyarankan agar Sarwendah lebih bijak dalam menjaga citra, bersikap tulus dalam meminta maaf kepada pihak yang bersangkutan, yakni Ruben Onsu, dan menghindari konten yang dapat memicu kontroversi lebih lanjut.

Saat ditanya bagaimana cara Sarwendah bisa memperbaiki citranya di tengah hantaman netizen, ia memberikan strateginya.

"Ya, strateginya adalah, kalau menurut aku, ya banyak bikin konten citra yang positif, karena netizen kita juga biasanya pemaaf, juga bisa melupakan itu. Banyak lah kasus dalam politik juga begitu, kan, gitu. Kita sebel dengan kepemimpinan, tapi besok-besok kita kangen lagi gitu. Nah, di dalam entertainment juga begitu biasanya, dan harus pintar-pintar jaga perasaan teman-teman, klien, netizen, gitu, ya," ucap mantan manajer Sarwendah.

Ia melanjutkan dengan menekankan pentingnya permintaan maaf yang tulus.

"Jangan membuat satu hal yang kontroversi lagi, gitu. Minta maaf tapi terlihat tidak full, apa, murni dari hati, enggak terlihat tulus gitu, enggak langsung kepada pihak yang bersangkutan, itu jadi masalah lagi. Jadi, ya, memang harus, harus mengalah, sih, ya, harus mengalah untuk menang, sih," lanjutnya.

Ketika ditanya apakah permintaan maaf langsung dari Sarwendah kepada Ruben Onsu bisa menjadi solusi, Nanda Persada membenarkan hal tersebut.

"Kalau menurut aku, iya, itu efektif, sih, lebih baik begitu. Akuin aja kalau memang salah, akuin salah, jadi jangan setengah-setengah gitu. Karena netizen kita tuh menunggu itu sebenarnya, gitu. Dan banyak juga, kan, video-video yang beredar itu blunder, kan, dari pasangannya, terus ada anak-anak di situ juga. Jadi, benar-benar harus, ya, kalau minta maaf, ya, benar-benar harus full. Benar-benar minta maaf," ujarnya.

Di akhir perbincangan, Nanda Persada juga menyoroti bagaimana warganet kini begitu cermat menelusuri jejak digital seseorang hingga banyak konten lama yang kembali diangkat dan disorot.

"Ya, itulah badan intelligent netizen, ya. Itu kayak melebih intel juga, ngeri, loh. Makanya mesti pintar-pintar jaga attitude itu begitu, sikap perilaku itu begitu. Makanya aku juga ada posting kan itu untuk warning juga buat semuanya lah, siapapun lah, termasuk aku juga lah, gitu. Saling introspeksi sih, gitu, saling jagain gitu," pungkas mantan manajer Sarwendah.

(anf)

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

00:56
01:32
01:41
01:29
06:21
01:48

Viral