- dok.kolase tvOnenews.com/ Instagram Yakuza Manegxes/X neVerAl0nely___
Sederet Kasus Dugaan Pelecehan pada Santri yang Ramai di Medsos, Bisa jadi Peringatan bagi Anak dan Orang Tua
Jakarta, tvOnenews.com- Kasus dugaan pelecehan pada santri di Pondok Pesantren (Ponpes) marak terjadi di Indonesia. Kisahnya bermunculan di media sosial.
Media sosial (Medsos) juga baru-baru ini menayangkan adanya kasus dugaan pelecehan di Ponpes Malang ramai jadi perbincangan publik.
Dalam berbagai sumber, disebutkan jika kasus tersebut dilakukan oleh Pengurus dari pondok tersebut yang disapa Kiai.
Oknum Kiai ini pun dikabarkan sudah tengah diproses oleh pihak Kepolisian Jawa Timur. Dengan banyak kasus pelecehan terjadi bisa menjadi peringatan bersama anak dan orang tua.
Berikut sederet kasus dugaan pelecehan seksual terhadap Santri viral, antara lain:
1. Dugaan Pelecehan di Ponpes di Malang
Kasus pelecehan pertama yang terbaru bikin heboh medsos. Kasus ini mencuat setelah organisasi Yakuza Maneges menyegel Ponpes di Kecamatan Bululawang, Kabupaten Malang.
Kabarnya si pelaku terlapor sudah ditangkap oleh Kepolisian. Terduga pelaku (oknum kiai T) telah ditetapkan sebagai tersangka, dan ditahan oleh pihak berwajib dan korban yang diketahui sekitar 4 orang.
- dok.kolase tvOnenews.com/ Instagram Yakuza Manegxes/X neVerAl0nely___
Sementara seluruh santri dari ponpes tersebut telah dipulangkan ke wali masing-masing, dan proses belajar mengajar dihentikan sementara waktu.
Perlu diketahui, Yakuza Maneges, ialah organisasi yang digagas oleh Gus Thuba Topo Broto Maneges. Ia mengusung semangat merangkul orang-orang yang ingin memperbaiki diri agar bisa kembali menjalani kehidupan yang lebih baik melalui kegiatan sosial dan dakwah.
2. Dugaan Pelecehan di Ponpes Subang
Kasus dugaan pelecehan atau kekerasan seksual juga pernah terjadi di daerah Subang, Jawa Barat. Isunya juga menuai perhatian publik.
Pasalnya, kasus kekerasan seksual ini terjadi pada anak dibawah umur berinisial E (16) yang diduga dilakukan oleh gurunya, pengasuh pondok pesantren inisial KHD (45) di Kecamatan Kalijati, Kabupaten Subang.
Sehubungan dengan kasus ini, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) melakukan kunjungan layanan penjangkauan korban.
Melansir dalam laman resmi KemenPPPA, untuk memastikan kondisi korban, pendampingan layanan pemenuhan hak korban, seperti layanan psikologis, pemenuhan hak pendidikannya, kondisi orangtua, dan lingkungan masyarakat sekitarnya.
3. Dugaan Pelecehan di ponpes Pati
- Kolase tangkapan layar YouTube FHI Multimedia & Instagram/@suaratanahairnew
Kasus ketiga kasus dugaan pelecehan seksual ada di Pati pada 2026. Kisahnya belum lama juga viral karena korban dan kuasa hukum muncul dalam podcast Denny Sumargo.
Korban mengaku pelaku ini keluarkan modusnya, dilakukan secara bertahap. Lalu ada aktivitas di luar nalar terjadi.
Disampaikan kalau Santriwati yang selesai memijat, kemudian diberikan ciuman di area pipi bahkan mulut oleh Kiai Ashari.
"Kronologinya bertahap, enggak langsung separah itu enggak. Awal mulanya ya disuruh mijeti, disuruh pijat terus dicium,“ jelas T.
Kabarnya pihak Kepolisian Pati telah menetapkan Kiai Ashari sebagai tersangka dalam kasus dugaan pelecehan seksual yang telah terjadi sejak 2022 silam.
Berdasarkan hasil penyelidikan, tersangka AS diduga melakukan tindak pidana pencabulan dan kekerasan seksual tersebut dilakukan terhadap korban berinisial FA di lingkungan Pondok Pesantren Ndolo Kusumo, Dukuh Bagangan, Desa Tlogosari, Kecamatan Tlogowungu, sejak Februari 2020 hingga Januari 2024," kata Kapolresta Pati Kombes Pol. Jaka Wahyudi, dikutip dari Antara, Minggu (10/5).
"Tindakan pelecehan seksual tersebut dilakukan sebanyak 10 kali pada waktu berbeda," ujarnya.
4. Dugaan pelecehan di Lumajang
Kasus keempat dugaan pelecehan atau pencabulan atau pelecehan seksual juga terjadi di Lumajang pada tahun 2023 di Pondok Pesantren Lembah Arafah.
Dalam kasus ini diduga pelaku berinisial FZ merupakan ustaz atau kiai yang tega mencabuli 3 santriwati.
Atas peristiwa ini wali santri dibantu warga pun menggereduk PonPes yang berlokasi di Desa Curah Petung, Kedung Jajang, Lumajang tersebut pada Kamis (19/5/2023).
Seperti diketahui, kejadian berawal ketika 2 orang santriwati mengadukan perbuatan bejat si kiai kepada orang tuanya, Lalu orang tua korban melaporkan ke kepala desa.
Diketahui, santri dalam PonPes Lembah Arafah semuanya adalah santriwati sekitar dengan total 30 orang. Kasus ini mencuat dan ramai pada 2024 lalu.(klw)