news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Momen pengendara ojek online (ojol) bernama Sulis Agung Wibowo memohon histeris agar motornya tidak diangkut petugas gabungan Dishub DKI Jakarta.
Sumber :
  • Istimewa

Reaksi Dishub DKI usai Ojol Mohon-mohon sampai ucap 'Saya Butuh Makan' saat Motor Diangkut Viral

Suku Dinas Perhubungan (Sudinhub) Jakarta Timur merespon soal video viral pengemudi ojek online (ojol) memohon histeris agar motor tidak diangkut oleh petugas.
Sabtu, 20 Juni 2026 - 18:21 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Suku Dinas Perhubungan (Sudinhub) Jakarta Timur merespons sebuah video viral. Dalam rekaman yang beredar di media sosial memperlihatkan seorang pengendara ojek online (ojol) bernama Sulis Agung Wibowo memohon histeris kepada petugas Dishub DKI.

Dalam video yang diunggah akun X @Omj_J3Nggott, pengemudi ojol tersebut tampak memohon agar kendaraannya tidak dibawa. Kejadian itu terjadi saat petugas gabungan Dishub DKI mengangkut paksa motor tersebut.

Bahkan pengemudi ojol tersebut sampai menghalau mobil petugas Sudinhub Jakarta Timur. Ia meminta tolong karena motor yang dipakainya menjadi sumber perekonomian keluarganya.

Di sisi lain, petugas gabungan Sudinhub Jakarta Timur, Satpol PP, Sudin Sosial, serta pihak kepolisian mengangkut motor Sulis dalam rangka penertiban parkir liar di Jalan Jatinegara Timur depan J-Town, Rabu (17/6/2026).

"Tolong, Bang. Saya butuh uang, anak saya sekolah, saya butuh makan. Rumah saya di Bekasi bang," ujar pengemudi ojol sambil memohon histeris dilansir tvOnenews.com, Sabtu (20/6/2026).

Sudinhub Jakarta Timur membeberkan bahwa, penertiban parkir liar sesuai ketentuan yang berlaku, sebagaimana dalam Peraturan Daerah Nomor 5 Tahun 2014 tentang Transportasi.

Tim gabungan menjalankan tugasnya dengan beberapa tindakan. Sudinhub Jakarta Timur melakukan penderekan kendaraan hingga angkut jaring kendaraan roda dua.

Selain itu, tindakan sesuai dengan ketentuan dilakukan tim gabungan yakni menggelar Operasi Cabut Pentil (OCP). Hal ini menyasar pada kendaraan yang terbukti melanggar akibat parkir sembarangan.

Langkah Dishub DKI usai Angkut Motor Pengemudi Ojol

Sudinhub Jakarta Timur mendatangi rumah pengemudi ojek online (ojol) yang viral karena memohon motornya tidak diangkut
Sumber :
  • Dishub DKI Jakarta

Kepala Sudinhub Jakarta Timur, Harlem Simanjuntak mulanya menyampaikan kronologi peristiwa viral tersebut. Ia mengatakan petugas saat itu bertindak tegas terhadap lima sepeda motor.

Di kegiatan tersebut, petugas melihat lima sepeda motor terparkir di atas trotoar. Pelanggaran inilah mendorong tim gabungan dari Sudinhub Jakarta Timur melakukan tindakan angkut jaring.

Kata dia, di antara motor yang diangkut petugas diketahui kendaraan milik Sulis. Hal itu mendorong sang pengemudi langsung datang meminta petugas menurunkan kendaraannya.

Harlem mengatakan, pihaknya langsung mengambil langkah tegas. Tujuannya untuk menjaga keselamatan, baik untuk pengemudi ojol maupun pengendara lainnya.

Sudinhub Jakarta Timur mengarahkan pengemudi ojol tersebut mengambil kendaraannya. Sebab, petugas akan membawa lima motor yang terdampak angkut jaring ke Kantor Suku Dinas Perhubungan Jakarta Timur.

"Kami memahami kendaraan merupakan sarana utama untuk bekerja. Karena itu petugas mengedepankan pendekatan humanis dan memberikan penjelasan secara baik kepada yang bersangkutan," terang Harlem melalui keterangan tertulisnya pada Sabtu, 20 Juni 20026.

Lanjut Harlem, pengemudi ojol selaku pemilik kendaraan tersebut langsung mendapat pelayanan sesuai prosedur. Hal itu terjadi setelah sang ojol tiba di kantor Sudinhub Jakarta Timur.

Harlem menjelaskan, pihaknya pun mengarahkan pengemudi ojol tersebut membuat surat pernyataan. Tuujuuannya untuk tidak kembali melakukan pelanggaran usai melanjutkan aktivitasnya.

Kepala Sudinhub Jakarta Timur itu kembali mengingatkan bahwa, penertiban dilakukan oleh petugas tidak pandang bulu. Seluruh kendaraan yang telah melakukan pelanggaran pada aturan maupun ketentuan parkir akan ditindak tegas.

"Penertiban ini bertujuan menjaga fungsi trotoar bagi pejalan kaki serta menciptakan ketertiban dan keselamatan berlalu lintas. Kami mengajak seluruh masyarakat untuk mematuhi aturan parkir demi kenyamanan bersama," tukasnya.

Terakhir, Sudinhub Jakarta Timur mendatangi kediaman Sulis. Harlem mewakili pihaknya menyampaikan permohonan maafnya.

"Kami memohon maaf atas kegaduhan yang timbul di masyarakat. Pertemuan ini kami lakukan untuk menjelaskan kronologi yang sebenarnya sekaligus menyampaikan langsung kepada Pak Sulis bahwa kejadian ini menjadi bahan evaluasi bagi kami agar pelaksanaan penertiban ke depan dapat berjalan lebih baik lagi," ucap Harlem.

(hap)

 
 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

00:58
05:02
16:09
01:12
01:57
03:26

Viral