news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Kolase Foto Erni, Bibi Yuvita dan Taufik Hidayat.
Sumber :
  • Kolase tvOnenews.com / YouTube tvOneNews

Bibi Yuvita Minta Taufik Hidayat Dihukum Seberat-beratnya: Siksa Dulu Kalau Boleh

Bibi Yuvita ungkap keinginan menyiksa Taufik Hidayat sebelum dihukum. Yuvita kini masih dirawat intensif di RS Hasan Sadikin Bandung pasca penyekapan.
Kamis, 25 Juni 2026 - 11:56 WIB
Reporter:
Editor :

tvOnenews.com - Yuvita, korban penyekapan dan penyiksaan oleh mantan pacarnya Taufik Hidayat, hingga kini masih menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung. Bibi Yuvita, Erni, mengungkapkan keinginan agar pelaku dihukum seberat-beratnya, bahkan secara emosional menyebut ingin menyiksa pelaku terlebih dahulu jika diperbolehkan.

Yuvita yang berusia 29 tahun saat ini masih dirawat di ruang isolasi Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung. Kondisi kesehatannya berangsur membaik, namun luka-luka di tubuhnya masih membutuhkan penanganan medis lanjutan. Ruang rawat Yuvita pun terus dijaga ketat oleh pihak kepolisian.

Meski kondisinya masih memprihatinkan, Yuvita dikabarkan merasa lega dan bersyukur setelah mendengar kabar bahwa Taufik Hidayat telah berhasil ditangkap oleh polisi. Melalui keluarganya, Yuvita menyampaikan rasa terima kasih kepada pihak berwenang serta masyarakat yang telah memberikan perhatian dan dukungan.


Taufik Hidayat dan Yuvita Tri Rezeki. (Sumber: Kolase tvOnenews.com / Instagram @dedimulyadi71 / YouTube MAIA ALELDUL TV)

Bibi Yuvita, Erni, tidak bisa menyembunyikan rasa marah dan kesedihannya saat berbicara kepada awak media dalam tayangan Kabar Hari Ini di tvOneNews. Ia terang-terangan mengungkapkan keinginan untuk membalas perlakuan kejam yang telah dialami keponakannya tersebut.

"Kepengin mah dihukum seberat-beratnya. Saya juga sebagai keluarga pengin mah nyiksa dulu ya kalau boleh. Tapi kan kita ada aparat yang lebih bertanggung jawab ya," ujar Erni, bibi Yuvita.

Erni menegaskan bahwa hukuman yang setimpal mutlak harus dijatuhkan kepada Taufik Hidayat. Menurutnya, perbuatan pelaku bukan hanya menyakiti fisik Yuvita, tetapi juga telah menghancurkan masa depan dan cita-cita keponakannya yang masih sangat muda.

"Kepengin mah dihukum setimpal-timpalnya, seberat-beratnya. Soalnya ini pertama ya, masa depan keponakan saya itu masih panjang, umur 29 tahun. Dia itu masih pengin ngejar karirnya. Masih, istilahnya dia tuh banyaklah cita-citanya gitu," kata Erni.

Erni juga mengungkapkan kekhawatirannya terhadap kondisi Yuvita ke depan. Ia merasa sedih memikirkan bagaimana keponakannya akan menjalani kehidupan setelah mengalami penyiksaan yang begitu berat, sementara orang tua Yuvita sudah tidak muda lagi.

"Dia dibikin hancur kayak gini, gimana buat ke depannya. Kakak saya juga kan udah tua, enggak mungkin bisa ngurus dia selama dia sakit kayak gini," ungkap Erni dengan nada sedih.

Meski amarah masih terasa jelas dalam setiap perkataannya, Erni tetap menyerahkan proses hukum kepada aparat yang berwenang. Ia berharap sistem hukum dapat bekerja secara adil dan memberikan hukuman yang benar-benar sepadan dengan perbuatan pelaku.

"Ya, harapan itu, penginnya sih dihukum seberat-beratnya ya," tegas Erni.

Kasus penyekapan dan penganiayaan yang dialami Yuvita ini telah menarik perhatian luas dari masyarakat. Taufik Hidayat, mantan pacar Yuvita, kini telah berada dalam tahanan kepolisian untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. Pihak kepolisian pun terus memproses kasus ini sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.

Keluarga Yuvita berharap proses hukum berjalan cepat dan transparan. Mereka ingin keadilan benar-benar ditegakkan, bukan hanya sebagai pembalasan atas penderitaan Yuvita, tetapi juga sebagai bentuk perlindungan bagi perempuan-perempuan lain agar tidak mengalami nasib serupa.

Di tengah proses hukum yang berjalan, keluarga juga memusatkan perhatian pada pemulihan kondisi Yuvita. Mereka berharap Yuvita segera pulih sepenuhnya dan dapat kembali beraktivitas normal di tengah masyarakat, serta meraih kembali mimpi dan cita-citanya yang sempat terampas.

Dukungan dari masyarakat luas terus mengalir untuk Yuvita dan keluarganya. Kasus ini menjadi pengingat keras tentang pentingnya perlindungan terhadap korban kekerasan dalam hubungan, sekaligus mendorong penegakan hukum yang tegas terhadap pelaku kekerasan agar memberikan efek jera yang nyata.

(anf)

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

05:05
02:00
05:43
01:02
01:42
05:02

Viral