SPBU Kehabisan Stok BBM Solar, Antrean Truk Mengular
Surabaya, tvOnenews.com - Antrean kendaraan pengangkut barang di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum ( Spbu) di Kota Surabaya mengular hingga mencapai sekitar dua kilometer dalam beberapa hari terakhir.
Kondisi tersebut diduga dipicu meningkatnya permintaan solar subsidi di tengah melonjaknya harga bahan bakar nonsubsidi jenis solar.
Salah satu antrean panjang terlihat di SPBU kawasan Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya. Para sopir truk mengaku harus datang sejak dini hari untuk mendapatkan solar subsidi sebelum stok habis.
Di SPBU Perak, misalnya, sejumlah pengemudi truk mulai mengantre sejak pukul 03.00 WIB. Namun, stok solar subsidi di lokasi tersebut kerap habis pada pagi hari akibat tingginya permintaan.
Kondisi ini diduga berkaitan dengan peralihan sebagian pengguna solar nonsubsidi ke solar subsidi.
Kenaikan harga Pertamina Dex yang sebelumnya berada di kisaran Rp14.000 per liter disebut telah mencapai hampir Rp24.000 per liter.
Di sisi lain, harga Bio Solar subsidi masih berada di kisaran Rp6.800 per liter. Selisih harga yang cukup lebar tersebut dinilai mendorong sebagian pengguna kendaraan diesel beralih menggunakan bahan bakar subsidi.
Akibatnya, akses terhadap solar subsidi menjadi semakin terbatas, terutama bagi pengemudi truk dan kendaraan logistik yang bergantung pada pasokan bahan bakar tersebut untuk operasional harian.
Sejumlah sopir berharap pemerintah dan pihak terkait dapat memastikan ketersediaan stok solar subsidi agar aktivitas distribusi barang tidak terganggu.
Sementara itu, hingga kini belum ada keterangan resmi terkait penyebab pasti antrean panjang maupun kondisi pasokan solar subsidi di sejumlah SPBU Surabaya.