- Kolase tvOnenews.com / tvOneNews
Curhat Intimidasi dr. Icha Viral, Direktur RS Leona Kefamenanu Akui Adanya Arogansi Pejabat Daerah
tvOnenews.com - Curhat intimidasi dr. Icha yang viral di media sosial membuat Direktur RS Leona Kefamenanu, Rizki Anugrah Dewati, angkat bicara dan secara terbuka mengakui adanya arogansi pejabat daerah yang membuat staf rumah sakit kewalahan saat kejadian berlangsung. Pihak rumah sakit menegaskan telah bersikap kooperatif penuh dalam mendukung proses penyelidikan kepolisian.
Kasus ini bermula dari meninggalnya dr. Eliza Princila Utami Pakaenoni atau yang akrab disapa dr. Icha, seorang tenaga medis di RS Leona, Kefamenanu, Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur. Sebelum meninggal, dr. Icha sempat mencurahkan isi hatinya kepada sang ibu bahwa ia mengalami intimidasi dan kekerasan verbal dari tiga oknum anggota DPRD TTU saat sedang bertugas di ruang IGD.
Insiden intimidasi tersebut terjadi ketika dr. Icha tengah berjuang menyelamatkan nyawa seorang pasien korban gigitan ular berbisa. Di tengah upaya penyelamatan itulah tiga oknum anggota DPRD TTU menuduh dr. Icha bekerja tidak sesuai standar operasional prosedur (SOP) dan bahkan mengancam akan mencabut izin praktiknya serta menghentikan operasional rumah sakit.
Tekanan yang diterima dr. Icha terasa begitu berat karena ia dipermalukan di hadapan pasien yang sedang menjalani perawatan. Ia mengaku tidak kuat menahan tekanan tersebut, yang kemudian berdampak serius pada kondisi mentalnya hingga berujung pada kepergiannya yang meninggalkan duka mendalam bagi keluarga dan rekan sejawatnya.
Ibu dr. Icha, Nur Azizah, yang juga merupakan seorang tenaga kesehatan, mengungkapkan kepedihan yang tak terkira saat mengenang momen terakhir anaknya menghubunginya dalam kondisi sangat tertekan dan menangis.
"Saya ingat anak saya menelepon, menangis, menjerit. Mama, saat ini saya sedang diintimidasi oleh anggota dewan. Saat ini saya sedang pilu, Mama. Saya sudah bekerja sesuai dengan SOP," ungkap Nur Azizah dalam tayangan tvOneNews.
Nur Azizah juga mengungkapkan betapa tidak pernah terbayangkan dalam benaknya bahwa anaknya akan pergi secepat ini dengan cara yang menyayat hati. Kehilangan yang dialaminya terasa semakin berat mengingat dr. Icha pergi dalam kondisi jiwa yang tertekan akibat perbuatan oknum yang tidak bertanggung jawab.