news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Bupati Purwakarta, Saepul Bahri Binzein alias Om Zein.
Sumber :
  • ANTARA/Ali Khumaini

Mengenal Lagu Sunda 'Lalaki Langit, Lalanang Bejat' Ciptaan Bupati Purwakarta, Beserta Lirik dan Terjemahannya

Berikut lirik dan makna lagu berjudul "Lalaki Langit, Lalanang Bejat" ciptaan Bupati Purwakarta, Saepul Bahri Binzein (Om Zein) dinilai merendahkan perempuan.
Kamis, 2 Juli 2026 - 13:27 WIB
Reporter:
Editor :

Purwakarta, tvOnenews.com - Lirik lagu menggunakan Bahasa Sunda berjudul "Lalaki Langit, Lalanang Bejat" milik Bupati Purwakarta, Saepul Bahri Binzein alias Om Zein terus mencuri perhatian publik.

Bukan karena unsur nada dan musikalitas, makna lirik dalam lagu ciptaan Bupati Purwakarta tersebut yang justru mendadak viral di media sosial.

Lirik lagu Lalaki Langit, Lalanang Bejat menuai kontroversi. Isinya dinilai mengandung stereotip terhadap gender perempuan yang pertama kali diperkenalkan dalam acara Hajat Bumi di Lingga Mukti.

Mulanya, alasan Om Zein menciptakan karya lagu tersebut untuk menyampaikan ungkapan rasa syukur kepada Tuhan. Terkini, gelombang kritik semakin meluas lantaran sebagian dalam liriknya dianggap mengandung pengalaman biologis perempuan.

Lirik lagu "Lalaki Langit, Lalanang Bejat" Ciptaan Bupati Purwakarta Om Zein

Video Lagu Lalaki Langit, Lalanang Bejat milik Bupati Purwakarta, Saepul Bahri Binzein alias Om Zein
Sumber :
  • TikTok/@omzein_bupatiaing

Nuhun Gusti
Terima kasih Tuhan

Tos nyiptakeun kuring jadi lalaki
Sudah menciptakan aku jadi laki-laki

Cacak mun jadi awewe
Andai saja jadi perempuan

ES-Em-Pe kelas tilu
SMP kelas tiga

Tos Karuron tujuh kali
Sudah keguguran tujuh kali

Nuhun Gusti
Terima kasih Tuhan

Tos nyiptakeun kuring jadi lalaki
Sudah menciptakan aku jadi laki-laki

Teu Kudu Meuli Kutang
Tidak usah membeli bra

Nu busana leuwih gede batan susu
Yang busanya lebih besar daripada payudara

Nuhun Gusti
Terima kasih Tuhan

Tos nyiptakeun kuring jadi lalaki
Sudah menciptakan aku jadi laki-laki

Teu kudu ngaprak-ngaprak apotek
Tidak usah keluyuran mencari apotek

Alatan telat bulan
Karena telat bulan (datang bulan)

Nuhun Gusti
Terima kasih Tuhan

Tos nyiptakeun kuring jadi lalaki
Sudah menciptakan aku jadi laki-laki

Teu kudu ngalukis halis jeung bulu mata
Tidak usah melukis alis dan bulu mata

Sakalina ngiceup hese beunta
Yang sekali berkedip susah melek

Lalaki langit
Lelaki langit

Lalanang bejad
Lelaki bejat.

Makna Lagu Milik Bupati Purwakarta yang Tuai Kontroversi

Sebagian lirik lagu tersebut menunjukkan adanya perbandingan pengalaman atara menjadi laki-laki dan perempuan. Makna di dalamnya menyinggung persoalan kehamilan, keguguran, menstruasi.

Tak hanya itu, lirik ini juga menyinggung terkait penggunaan atribut perempuan dijadikan materi berbasis humor. Sebagian kalangan menilai hal ini bentuk candaan yang tidak sensitif.

Berita Terkait

1
2 3 Selanjutnya

Topik Terkait

Saksikan Juga

05:53
03:55
01:04
05:04
02:32
02:19

Viral