news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Bupati Purwakarta, Saepul Bahri Binzein alias Om Zein.
Sumber :
  • ANTARA/Ali Khumaini

Mengenal Lagu Sunda 'Lalaki Langit, Lalanang Bejat' Ciptaan Bupati Purwakarta, Beserta Lirik dan Terjemahannya

Berikut lirik dan makna lagu berjudul "Lalaki Langit, Lalanang Bejat" ciptaan Bupati Purwakarta, Saepul Bahri Binzein (Om Zein) dinilai merendahkan perempuan.
Kamis, 2 Juli 2026 - 13:27 WIB
Reporter:
Editor :

Di balik itu, publik memberikan penilaian terkait isi pesan di dalamnya. Lirik lagu ciptaan Bupati Purwakarta tersebut semakin menunjukkan adanya stereotip terhadap gender hingga merendahkan perempuan.

Video lagu tersebut pertama kali diunggah oleh Zein melalui akun TikTok pribadinya pada 18 Januari 2026 lalu. Sejak itulah, lagunya telah dilihat lebih dari 27 ribu kali dan mengundang berbagai komentar dari warganet.

Gelombang kritik yang semakin tajam membuat Om Zein angkat bicara. Orang nomor satu di Purwakarta ini memberikan klarifikasi resminya terkait makna lirik lagu tersebut yang sebenarnya.

Om Zein ingin meluruskan persepsi masyarakat. Bagi  dia, makna lagu tersebut bukan sindiran, melainkan refleksi kenakalan di masa lalunya.

Ia menepis persepsi penciptaan lagu tersebut sengaja menyudutkan maupun merendahkan perempuan dan kelompok tertentu. Karya yang mengandung puisi itu telah ditulis sejak 2020.

Lanjut Om Zein, lagu tersebut merupakan bagian dari bentuk cerminan pribadi. Ia mengaku dahulu begitu nakal sehingga dituangkan dalam bentuk karya.

"Itu puisi dan lagu diciptakan tahun 2020, bercerita tentang diri saya sendiri. Berawal dari renungan atas perilaku saya sendiri yang menurut saya saat itu saya nakal," kata Om Zein.

Om Zein mempertegas makna lirik yang dituangkan dalam lagu tersebut. Isinya merupakan bagian dari kejujuran bahwa dirinya tidak sempurna di masa lalu.

Menurut pandangannya, karya lagu tersebut merupakan bagian medium kontemplasi spiritual. Selain itu, liriknya juga menggambarkan emosional terkait perjalanan hidupnya sendiri.

"Saya bersyukur Tuhan menciptakan saya jadi lelaki, mungkin jika saya diciptakan jadi perempuan, terjadi apa yang saya pikirkan karena saya belum bisa menjaga diri," ucapnya.

Om Zein memahami kehebohan yang terjadi di ruang publik. Meski karyanya murni lahir sebagai refleksi personalnya, Bupati Purwakarta itu menyadari adanya perbedaan interpretasi dari publik.

Bupati Purwakarta itu pun secara terbuka menyampaikan permohonan maafnya. Lirik lagu tersebut menuai kegaduhan hingga pertentangan dari masyarakat.

"Saya mohon maaf jika ada pihak yang merasa tidak nyaman dengan lirik lagu itu. Namun tidak bermaksud menyinggung pihak tertentu, itu murni cerita tentang diri saya sendiri," pungkasnya.

Berita Terkait

1
2
3 Selanjutnya

Topik Terkait

Saksikan Juga

05:53
01:14
02:25
03:55
01:04
05:04

Viral