news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Poster kritikan Lagu Lalaki Langit, Lalanang Bejat milik Bupati Purwakarta, Saepul Bahri Binzein atau Om Zein.
Sumber :
  • Instagram/@ataliapr

Imbas Tuai Kontroversi, Lagu Lalaki Langit Bupati Purwakarta Disomasi Lembaga Non Pemerintah di Jabar

Lembaga Jabar Bantuan Hukum melayangkan somasi kepada Bupati Purwakarta, Saepul Bahri Binzein alias Om Zein akibat Lagu Lalakit Langit, Lalanang Bejad viral.
Kamis, 2 Juli 2026 - 14:20 WIB
Reporter:
Editor :

Purwakarta, tvOnenews.com - Lembaga non pemerintah di Jawa Barat, Jabar Bantuan Hukum melayangkan somasi kepada Bupati Purwakarta, Saepul Bahri Binzein alias Om Zein. Perhatian ini tak lepas dari karya lagu berbahasa Sunda berjudul "Lalaki Langit, Lalanang Bejad".

Lagu Lalaki Langit merupakan karya yang diciptakan oleh Bupati Purwakarta. Makna dari lagu tersebut memicu kontroversi hingga gelombang kritik yang semakin meluas di ruang publik.

Lagu tersebut bahkan menuai kecaman hingga somasi terbuka termasuk dari Jabar Bantuan Hukum yang ditandatangani oleh ketuanya, Riyan Bintana Hasan & Sekretaris Jabar Bantuan Hukum, Richand Prasalela.

"Kami secara resmi telah melayangkan somasi kepada Bupati Purwakarta, Saepul Bahri Binzein," ujar Ketua Jabar Bantuan Hukum, Riyan Bintana Hasan dalam keterangan tertulisnya, Rabu (1/7/2026).

Alasan Somasi Bupati Purwakarta

Video Lagu Lalaki Langit, Lalanang Bejat milik Bupati Purwakarta, Saepul Bahri Binzein alias Om Zein
Sumber :
  • TikTok/@omzein_bupatiaing

Riyan menyampaikan alasan pihaknya melayangkan somasi. Hal ini berkaitan lantaran lagu tersebut dinilai mengandung unsur stereotip terhadap gender perempuan.

Tak hanya itu, lagu Lalaki Langit milik Om Zein juga dianggap mengandung unsur merendahkan martabat perempuan. Karya tersebut rentan memicu pandangan liar seolah laki-laki masuk kategori superioritas.

"Lagu yang dinilai mengandung lirik yang merendahkan harga diri perempuan dan berpotensi menimbulkan stigma negatif terhadap kaum perempuan," terangnya.

Dari somasi tersebut, kata dia, menjadi langkah sekaligus kecaman terhadap Om Zein. Pihaknya menginginkan Bupati Purwakarta tersebut tidak hanya mengklarifikasi dan meminta maaf, tetapi juga mengevaluasi karyanya.

Menurutnya, karya tersebut tidak pantas dijadikan bahan stereotip. Ironisnya, objeknya dianggap menyasar pada perbandingan martabat perempuan dan laki-laki.

"Perempuan bukan objek untuk direndahkan, dijadikan stereotip, ataupun dijadikan bahan yang berpotensi menormalisasi penghinaan terhadap martabatnya," tegasnya.

Ia berharap dari kejadian ini menjadi bahan refleksi bersama khususnya bagi pejabat publik. Seluruh pihak diharapkan dapat berhati-hati dan bijak dalam menggunakan ruang publik.

"Karena setiap ucapan dan karya memiliki dampak sosial yang luas," lanjutnya.

Karya tersebut pertama kali diunggah melalui TikTok pribadi Om Zein pada 18 Januari 2026. Sebelum viral, lagu Lalaki Langit telah dilihat sebanyak sekitar puluhan ribu pengguna media sosial.

Lagu Lalaki Langit juga pertama kali diperkenalkan dalam sebuah acara Hajat Bumi di Lingga Mukti. Hal itu sebagai upaya Bupati Purwakarta dalam menunjukkan kebebasan berekspresinya.

Ketua Jabar Bantuan Hukum memahami maksud tersebut. Akan tetapi, kebebasan berekspresi juga mempunyai batasan, terutama hal yang mengandung unsur negatif bermakna bias gender.

"Ketika sebuah karya atau pernyataan di ruang publik diduga mengandung muatan yang merendahkan harkat, martabat, dan kehormatan perempuan, maka kritik dan langkah hukum merupakan bagian dari mekanisme negara hukum," katanya.

Klarifikasi Bupati Purwakarta

Bupati Purwakarta, Saepul Bahri Binzein atau Om Zein.
Sumber :
  • Antara

Sementara, Om Zein mengklarifikasi karya lagunya yang kian menuai kontroversi. Ia secara tegas menepis anggapan lagunya sengaja diciptakan menyudutkan atau menyinggung kaum perempuan.

Om Zein menegaskan, karya yang dinilai mengandung puisi tersebut sebenarnya telah ditulis sejak 2020 lalu. Hal itu merupakan bagian dari cerminan diri sendiri sekaligus refleksi kenakalan di masa lalunya.

"Itu puisi dan lagu diciptakan tahun 2020, bercerita tentang diri saya sendiri. Berawal dari renungan atas perilaku saya sendiri yang menurut saya saat itu saya nakal," ungkap Om Zein dalam keterangan tertulisnya.

Walau murni lahir dan refleksi bersifat personalnya, Om Zein menyadari persepsi yang muncul dari ruang publik berbeda dengan pandangannya. Oleh karena itu, ia menyampaikan permohonan maaf secara terbuka atas viralnya lagu Lalaki Langit.

"Saya mohon maaf jika ada pihak yang merasa tidak nyaman dengan lirik lagu itu. Namun tidak bermaksud menyinggung pihak tertentu. Itu murni cerita tentang diri saya sendiri," ucapnya.

Ia berharap klarifikasi ini meredam amarah publik. Ia menginginkan masyarakat melihat karyanya dari sudut pandang yang lebih jauh dan bijak.

(hap)

 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

15:18
04:32
02:47
01:52
03:57
05:53

Viral