- TikTok/@omzein_bupatiaing
Bukan di 2026, Kapan Bupati Purwakarta Saepul Bahri Binzein Tulis Lagu Kontroversi 'Lalaki Langit, Lalanang Bejad'?
Purwakarta, tvOnenews.com - Bupati Purwakarta, Saepul Bahri Binzein alias Om Zein mendadak mencuri perhatian publik. Sorotan itu kali ini menyangkut pada sebuah karya lagu berbahasa Sunda miliknya berjudul "Lalaki Langit, Lalanang Bejad".
Lagu Lalaki Langit ciptaan Bupati Purwakarta tersebut menuai kontroversi. Makna dari sebagian lirik lagu itu dianggap mengandung unsur stereotip hingga bias terhadap gender perempuan.
Awal mula lagu ini menggegerkan publik dari komentar seorang diaspora. Hal itu menjadi pemicu anggota Komisi VIII DPR RI, Atalia Praratya protes sekaligus mengecam Om Zein.
Terkait hal ini, Om Zein mengklarifikasi atas kegaduhan yang terjadi di ruang publik. Bupati Purwakarta itu menyampaikan permohonan maafnya mengenai makna lirik lagu Lalaki Langit.
"Mohon maaf apabila ada kata-kata dala mlagu itu menyebabkan beberapa pihak ada yang tersinggung. Saya tidak mempunyai maksud menyinggung siapa pun dan tidak mendeskripsikan siapa pun," kata Om Zein di Kabupataen Purwakarta, Kamis (2/7/2026).
Kapan Bupati Purwakarta Ciptakan Lagu Kontroversial Lalaki Langit?
- Istimewa
Lebih lanjut, ia menceritakan awal mula menciptakan lagu berbahasa Sunda yang kini dinilai sangat kontroversial. Ia mengatakan bahwa dirinya telah lama membuat lirik lagu tersebut.
Bupati Purwakarta itu menyampaikan bahwa lirik lagu tersebut sebenarnya sudah ada sejak tahun 2020. Pada saat itu, ia ingin merefleksikan sekaligus mengenang kisa masa lalunya.
Bagi Om Zein, masa lalunya tidak terbendung lagi. Di masa kecilnya, ia terjebak dalam kenakalan remaja.
Hingga kini, ia mengaku sangat bersyukur keluar dari zona tersebut. Pasalnya, ia masih belum menjadi apa pun bahkan hanya sebatas seorang pengembara.
Kondisi berawal dari kenakalan remaja, pengembara hingga menjadi Bupati Purwakarta mendorong dirinya merefleksikan perjalanan hidup dan perjalanan spiritual pribadinya.
Bupati Purwakarta itu pun merilis puisi tersebut melalui akun TikTok pribadinya pada 18 Januari 2026. Adapun lagu yang dinilai mengandung puisi tersebut pertama kali diperkenalkan di sebuah acara Hajat Bumi di Lingga Mukti, Purwakarta.
"Itu puisi dan lagu diciptakan tahun 2020, bercerita tentang diri saya sendiri. Berawal dari renungan atas perilaku saya sendiri yang menurut saya saat itu saya nakal," katanya.