news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Dokter PPDS FK Unsrat, dr Adrian Rantung meninggal dunia diduga akibat menjadi korban bullying.
Sumber :
  • Instagram/@soalunsrat

Bukan yang Pertama, Ini Rentetan Kasus Dokter PPDS Meninggal Dunia akibat Dugaan Bullying

Rentetan kasus kematian residen PPDS, mulai dari dr. Aulia Risma hingga dr. Adrian Rantung. Simak selengkapnya.
Selasa, 7 Juli 2026 - 23:27 WIB
Reporter:
Editor :

tvOnenews.com - Dunia kedokteran Indonesia tengah berduka sekaligus dirundung amarah.

Belum tuntas rasa pilu akibat kepergian dokter Aulia Risma Lestari, mahasiswi Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Anestesi Universitas Diponegoro (Undip), publik kembali dikejutkan dengan kabar meninggalnya dr. Adrian Rantung, residen PPDS Anestesi di Universitas Sam Ratulangi (Unsrat), Manado.

Kedua kasus ini memiliki kemiripan yang menyakitkan di mana keduanya merupakan dokter muda yang tengah menempuh pendidikan spesialis dan diduga kuat mengakhiri hidup karena tertekan oleh beban di lingkungan akademisnya. 

Fenomena ini pun memicu desakan luas agar budaya perundungan (bullying) yang diduga mengakar kuat di balik pendidikan dokter spesialis segera dihentikan.

Kasus dr. Aulia di RSUP dr. Kariadi, Semarang, telah menjadi pintu pembuka bagi terungkapnya borok di dunia pendidikan spesialis.

Meski awalnya pihak kampus menyatakan tidak menemukan unsur perundungan, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) memiliki pandangan berbeda.

Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menegaskan keyakinannya bahwa perundungan benar-benar terjadi berdasarkan bukti-bukti konkret.

Budi menyebut, investigasi internal Kemenkes telah mengamankan bukti berupa tangkapan layar percakapan WhatsApp, catatan harian, hingga rekaman suara.

Seluruh bukti tersebut kini telah diserahkan kepada pihak kepolisian.

Tragisnya, duka keluarga dr. Aulia semakin dalam setelah sang ayah mengembuskan napas terakhir, tak lama setelah kepergian putrinya akibat kesehatan yang terus menurun.

Gelombang Duka untuk dr. Adrian Rantung

Tak berselang lama, kabar duka datang dari Manado. dr. Adrian Rantung ditemukan meninggal dunia di kamar kosnya.

Unggahan di media sosial menyebutkan bahwa almarhum sempat meninggalkan pesan terakhir yang mengungkapkan rasa tertekan dengan kondisi pendidikan yang dijalaninya.

Hingga saat ini, pihak berwenang belum memberikan kesimpulan resmi mengenai penyebab kematian dr. Adrian.

Namun, respons masyarakat di media sosial, terutama di platform Threads, mencerminkan keresahan yang mendalam.

Publik mendesak agar kasus ini diusut transparan, mengingat narasi serupa mengenai perundungan oleh senior atau konsulen kerap menyertai kematian residen.

Kemenkes RI sendiri telah menyampaikan belasungkawa resmi melalui media sosial, mengapresiasi dedikasi dr. Adrian, namun belum memberikan keterangan mendetail mengenai dugaan perundungan dalam kasus ini.

Bagi masyarakat, rentetan kasus ini bukan sekadar musibah biasa, melainkan alarm keras bagi dunia medis Indonesia. Ikatan Alumni Universitas Diponegoro (DPP IKA UNDIP) secara tegas mendesak agar kasus perundungan diusut tuntas, termasuk memeriksa buku harian dan rekaman suara korban.

"Kami mendesak agar semua bukti dan informasi yang relevan, termasuk buku catatan harian dan voicenote almarhum diperiksa secara mendalam untuk memastikan tidak ada aspek yang terlewat," tulis pernyataan resmi DPP IKA UNDIP.

Pemerintah sebenarnya telah berupaya melakukan reformasi, termasuk program antisipasi perundungan dan kanal pelaporan.

Namun, fakta bahwa kasus serupa terus berulang menjadi bukti bahwa sistem pengawasan dan budaya di lapangan masih membutuhkan evaluasi total.

Kematian dr. Aulia dan dr. Adrian adalah kehilangan besar bagi bangsa. 

Harapan publik kini tertuju pada penegakan hukum yang adil, agar tidak ada lagi dokter muda yang harus menjadi tumbal dari sebuah budaya yang seharusnya sudah lama ditinggalkan.

Jika Anda atau orang di sekitar Anda mengalami tekanan emosional, depresi, atau memiliki pikiran untuk menyakiti diri sendiri, segera hubungi psikolog, psikiater, layanan kesehatan terdekat, atau orang yang Anda percaya untuk mendapatkan pertolongan.

(tsy)

 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

14:30
02:19
06:15
00:53
03:05
12:19

Viral