Dokter PPDS Meninggal Dunia Diduga Korban Bullying, Netizen Ramai Minta Kasus Diusut Tuntas
- Thread @divertikulitizz
tvOnenews.com - Kabar meninggalnya dokter Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Anestesiologi Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi (Unsrat), dr. Adrian Rantung, memicu gelombang duka sekaligus kemarahan di media sosial.
Di berbagai platform, terutama Threads, warganet ramai menyampaikan belasungkawa serta mendesak agar dugaan perundungan (bullying) yang disebut-sebut dialami almarhum diusut secara menyeluruh oleh pihak berwenang.
TRIGGER WARNING: Informasi berikut membahas dugaan bunuh diri. Informasi ini tidak ditujukan untuk menginspirasi siapa pun melakukan tindakan serupa. Jika Anda atau seseorang yang Anda kenal mengalami tekanan emosional, depresi, atau memiliki pikiran untuk menyakiti diri sendiri, segera hubungi psikolog, psikiater, layanan kesehatan terdekat, atau orang yang dipercaya untuk mendapatkan bantuan.
Perbincangan mengenai kasus ini semakin meluas setelah akun Thread @divertikulitizz mengunggah ulang informasi mengenai meninggalnya dr. Adrian Rantung.
Dalam unggahan tersebut, akun tersebut menuliskan:
"Turut berdukacita atas meninggalnya senior dr. Adrian Rantung (FK Unsrat 2010, saat ini tengah menjalani PPDS Anestesi FK Unsrat). Beliau ditemukan tak bernyawa di kamar kostnya. Dugaan kuat, beliau mengalami perundungan.. sc: tertera (ppdsgramm)."
- Instagram @kemenkes_ri
Unggahan itu kemudian dibanjiri ribuan respons dari warganet. Mayoritas menyampaikan belasungkawa kepada keluarga almarhum sekaligus mengecam apabila dugaan perundungan yang beredar benar terjadi.
Banyak pengguna media sosial mempertanyakan masih adanya budaya perundungan di lingkungan pendidikan kedokteran.
"Again? Apa sih manfaat ngebully orang? Tolonglah berbuat baik ke sesama makhluk hidup," tulis salah satu netizen.
Komentar lain menyoroti berulangnya kasus serupa yang dikaitkan dengan pendidikan dokter spesialis.
"Paling gregetan baca berita2 perundungan dokter yang korbannya sampai budir. Apa sih manfaatnya kalian para dokter senior merundung adik2 kalian????"
Sementara itu, warganet lainnya berharap apabila dugaan tersebut terbukti, pihak yang bertanggung jawab dapat diproses sesuai aturan yang berlaku.
"Pengen tau, ini yg bikin korbannya bundir itu seniornya apa konsulennya.. Tolong dihukum mereka yg salah."
"Sedih bgt baca berita ini. Harus diusut nih. Semoga karma buruk ke pelaku."
"Buat temen2 semua yaa, kalau ada temen atau kalian yg di bully. Please bantuin, langsung lapor ke pihak berwajib atau gk labrak sekalian. Benci banget sama orng yg SOK banget. Semoga korban2 bully di luar sana yg gk punya siapa2 bisa dapet teman yg bisa ngebantu ngelawan pembullian."
Load more