- Tangkapan Layar YouTube: Acara Silet Awards 2024
6 Fakta Ruben Onsu Terungkap Jelang Sidang Perdana Gugatan Hak Asuh Anak
tvOnenews.com - Ruben Onsu tengah menjadi perhatian publik jelang sidang perdana gugatan hak asuh anak melawan Sarwendah yang dijadwalkan digelar pada 15 Juli 2026 di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Berikut enam fakta seputar kondisi Ruben Onsu, mulai dari tekanan mental hingga strategi hukum yang disiapkan pihaknya menjelang persidangan.
1. Ruben Onsu Alami Tekanan Mental dan Fisik
Ruben Onsu dikabarkan sedang mengalami banyak pikiran, stres, dan kelelahan, baik secara mental maupun fisik akibat situasi yang ia hadapi. Nanda Persada, dalam tayangan Sambel Lalap (9/7/2026), mengungkapkan kondisi tersebut.
"Dari segi mental dan fisik dia kayak capek banget, gitu, Ruben. Dan dia bilang, dia hidup, dia sekarang dia bilang dia terharu dengan banyak support dari teman-teman, dari masyarakat, dari netizen, ya. Sekaligus sedih juga dia dengan situasi ini, gitu," ujar Nanda Persada.
Ia menambahkan bahwa Ruben sebenarnya tidak pernah menginginkan masalah ini melebar dan memanas ke berbagai isu lain di luar soal hak asuh anak.
"Dia enggak pernah pengin hal ini jadi melebar dan panas. Makanya dia menitikfokuskan, menitikgerakkan fokus itu ke soal anak. Nah, kalau itu jadi melebar ke mana-mana, dia sendiri enggak nyangka. Dia juga kaget dengan banyaknya netizen kita yang, apa, ya, membuka atau mengungkap hal-hal lain di luar soal anak, gitu, kan. Macam-macam, tuh, isunya, ya," tutur Nanda Persada.
2. Ruben Onsu Sedih Masalah Melebar ke Publik
Ruben merasa sedih karena masalah ini melebar ke publik dan melibatkan pihak lain, termasuk adik-adik mereka. Ia sebenarnya enggan membawa masalah ini ke jalur hukum, namun merasa terpaksa karena tidak ada jalan keluar lain.
"Dia bilang, ya, mungkin sudah harus jalannya kali, ya, seperti ini, gitu. Dia juga enggak nyangka dia melebar ke mana-mana," ungkap Nanda Persada.
Nanda Persada juga menyinggung soal kekecewaan Ruben terhadap sikap adiknya yang dinilai tidak berupaya berkomunikasi maupun meminta maaf di tengah situasi ini.
"Dan ada hal yang membuat dia sangat kecewa, terutama soal adiknya. Itu cerita dia, sedih adiknya seperti ini dan terlihat tidak ada komunikasi atau permintaan maaf, gitu. Adiknya Ruben, terutama, ya, adiknya Wenda juga begitu juga. Memang itu yang dibilang dengan lingkungan yang tidak sehat itu, seperti itu," papar Nanda Persada.
3. Ruben Masih Percaya Sarwendah Punya Banyak Sisi Baik
Nanda Persada menjelaskan bahwa Ruben sebenarnya masih percaya Sarwendah memiliki banyak sisi baik yang tidak diketahui publik. Namun, ia menilai faktor lingkungan di sekitar Sarwendah turut memperkeruh situasi hingga konflik semakin memanas.
"Jadi, dia khawatir karena dia bilang gini, dia percaya Ruben tuh percaya bahwa Wenda tidak seperti yang orang pikir, banyak hal-hal baik dari seorang Sarwendah. Tapi, karena mungkin faktor lingkungan orang-orang sekitarnya juga tidak men-support dan bersikap positif, jadi akhirnya terkesan jadi makin panas situasinya, gitu. Itu yang Ruben rasain, sih, yang waktu ngobrol sama aku, ya," terang Nanda Persada.
4. Fokus Gugatan Hanya soal Hak Bertemu Anak
Menjelang sidang, kuasa hukum Ruben Onsu, Minola Sebayang, dalam tayangan Cumicumi (9/7/2026), menekankan bahwa tujuan utama pihaknya bukan mencari masalah pidana atau membalas dendam, melainkan memastikan hak anak untuk bertemu ayah kandungnya terpenuhi.
"Jadi, kita hanya fokus anak. Yang kita inginkan cuma satu, anak-anak itu bisa berkumpul bersama dengan anaknya dua atau 3 hari dalam seminggu, tiap minggunya, ya, sesuai dengan apa yang disepakati bersama, yang harinya bisa dibicarakan dan didiskusikan. Jadi, ini bukan artinya, tuh, ada niatan kita untuk menyakiti orang lain," kata Minola Sebayang.
Ia menegaskan bahwa langkah hukum ini berbeda dari pihak-pihak yang berniat menjatuhkan sanksi pidana, karena fokus mereka hanya pada waktu berkumpul anak dengan ayahnya.
"Beda dengan pihak-pihak lain yang memang niatnya ingin menyakiti, melaporkan supaya ada sanksi pidana, ada sanksi kurungan, kan, begitu. Kalau kita tidak seperti itu, kita hanya ingin agar anak-anak ini memiliki waktu untuk berkumpul bersama dengan ayahnya, karena itu juga adalah hak yang dilindungi oleh undang-undang," pungkas Minola Sebayang.
5. Keluhan Pola Asuh dan Dugaan Bullying di Rumah
Pihak Ruben menyoroti lingkungan anak yang dianggap kurang sehat, dengan dugaan adanya perilaku bullying atau ejekan terhadap Ruben di rumah, bahkan melibatkan karyawan.
"Dan anak-anak ini berada dalam lingkungan yang benar-benar aman, jangan dalam lingkungan orang dewasa yang tidak dewasa yang suka membully orang yang selama ini memberikan nafkah," tandas Minola Sebayang.
"Jangan suka membully, mengata-ngatai orang yang merupakan ayah kandung anaknya. Saya sudah katakan di ruangan terbuka saja, itu disampaikan. Jangan-jangan di ruang tertutup ini juga sering disampaikan. Dan ternyata Ruben sudah mengatakan bahwa dari awal, di depan anak-anak pun sudah menyebut 'cong' kepada Ruben," ujar Minola Sebayang.
6. Persiapan Saksi Jelang Persidangan
Pihak Ruben memastikan akan menghadirkan saksi-saksi yang relevan untuk mendukung dalil mereka dalam persidangan. Dalam sesi wawancara, awak media turut menanyakan sosok yang berpotensi dihadirkan sebagai saksi.
Awak media bertanya, "Bang, berarti nanti jelang sidang akan ada saksi yang dipanggil juga, Pak?"
"Sudah pasti, ya, Bu. Selain bukti-bukti tertulis, kan, pasti akan ada saksi-saksi," jawab Minola Sebayang.
Saat ditanya apakah Wendy, Jordi, atau Onyo turut dihadirkan, Minola Sebayang menjawab pihaknya akan menentukan saksi sesuai dinamika persidangan.
"Dari kacamata kami, dari pihak kami, itu nanti saksinya akan kita lihat sesuai dengan bagaimana dinamika persidangan yang sesuai dengan saksi-saksi yang mendukung dalil-dalil kami. Tapi, kalau dari sisi mereka, ya, silakan dia menghadirkan siapa," ucap Minola Sebayang.
Ditanya soal kemungkinan menghadirkan mantan manajer sebagai saksi, Minola Sebayang menegaskan hal itu hanya relevan bila berkaitan langsung dengan persoalan anak, bukan urusan rumah tangga yang sudah berakhir sejak 2024.
"Bisa saja, kalau memang itu konteksnya berkaitan dengan masalah anak. Tapi, kalau misalnya konteksnya ini bukan masalah anak, tapi masalah hubungan mereka ketika berumah tangga, kan, saya sudah katakan ini sudah berlalu," tutur Minola Sebayang.
"Kita tidak lagi bicara mengenai masalah itu dulu dalam rumah tangga, kan, kita, kan, enggak bicara rumah tangga lagi. Rumah tangga mereka sudah bubar di tahun 2024. Jadi, kita hanya fokus tentang anak ini sudah berada di tangan orang yang benar apa belum, bagaimana pola asuhnya, bagaimana pola didiknya, kan, begitu. Ini yang paling penting," pungkas Minola Sebayang.
Dengan berbagai fakta yang terungkap ini, publik menanti bagaimana jalannya sidang perdana gugatan hak asuh anak antara Ruben Onsu dan Sarwendah pada 15 Juli 2026 mendatang.
(anf)